Surabaya 26 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Berangkat dari dunia korporasi, Restu Bagus Wicaksono kini dikenal sebagai pengusaha yang mengembangkan beberapa lini bisnis. Salah satunya adalah KarirCare, platform pengembangan karier yang ia dirikan melalui PT Menuju Karir Gemilang Indonesia. Alumnus Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) itu menjabat sebagai Co-founder dan CEO serta menjadi penggerak di balik pengembangan KarirCare.
Lulus pada 2008, Restu mengawali karier sebagai Management Trainee Astra sebelum memutuskan fokus membangun bisnis. Di antara berbagai usaha yang ia jalankan, KarirCare lahir dari keresahan pribadinya melihat banyak mahasiswa kebingungan menghadapi dunia kerja.
“KarirCare terbentuk dari keresahan pribadi. Saya melihat mahasiswa yang hilang arah saat proses interview dan tidak ada yang memberikan panduan tentang bagaimana dunia karier,” ujarnya.
Dari Organisasi ke Dunia Bisnis
Semasa kuliah di FEB UNAIR, Restu aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen. Menurutnya, pengalaman organisasi menjadi bekal yang paling berpengaruh dalam perjalanan kariernya.
Pengalaman tersebut membiasakannya bekerja dalam tim dan membangun relasi. Restu menilai pola yang ia jalani di organisasi masih relevan ketika mengembangkan bisnisnya saat ini. Kemampuan membaca peluang dan memanfaatkan kesempatan menjadi modal penting dalam menjalankan usaha.
“Di organisasi, kalau bisa pintar mencari peluang, nanti akan banyak manfaat yang didapat dan pastinya knowledge,” ujarnya.
KarirCare, Ruang Pendampingan Karier
Keresahan melihat banyak mahasiswa kebingungan saat menghadapi proses rekrutmen menjadi titik awal lahirnya KarirCare. Restu menilai persoalannya bukan terletak pada kemampuan akademik, melainkan minimnya arahan ketika memasuki dunia profesional.
KarirCare kemudian berkembang sebagai layanan pendampingan bagi mahasiswa, lulusan baru, hingga individu yang ingin meningkatkan jenjang karier. Fokusnya tidak hanya pada persiapan seleksi kerja, tetapi juga membantu peserta memahami potensi diri dan menentukan arah karier secara lebih terarah.
Sebagai penutup, Restu berpesan agar mahasiswa tidak terpaku pada mencari pekerjaan semata. “Jangan sibuk lihat kanan kiri. Fokus ke bakat dan minatmu. Kalau itu yang kamu suka, dalami dan jadi unggul di versi terbaikmu sendiri,” pesannya.
Perjalanan Restu menunjukkan bahwa arah karier dapat berangkat dari keresahan sederhana. Dengan konsistensi dan kemauan untuk terus belajar, peluang akan terbuka seiring proses yang dijalani. (naf)
