More
    BerandaUncategorizedAlumnus MAPSI UNAIR Raih Juara III Apresiasi Guru TK Transformatif Nasional 2025

    Alumnus MAPSI UNAIR Raih Juara III Apresiasi Guru TK Transformatif Nasional 2025

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 24 Desember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Kiprah alumnus Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Siti Fauziah SPd MSi, guru TK Taman Ceria Surabaya sekaligus alumnus Magister Psikologi (MAPSI) UNAIR angkatan 2018, berhasil meraih Juara III Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tingkat Nasional 2025 kategori Guru Taman Kanak-kanak Transformatif. Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG).

    Pengumuman apresiasi berlangsung pada Kamis (27/11/2025) di Hotel Merlin, Jakarta, setelah melalui rangkaian seleksi berjenjang mulai dari tingkat Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, hingga nasional.

    Inovasi Coding Unplugged Berbasis Gizi Anak

    Inovasi yang mengantarkan Siti Fauziah meraih prestasi nasional adalah praktik pembelajaran coding unplugged yang dipadukan dengan edukasi gizi anak usia dini. Melalui metode tersebut, anak-anak berkenalan dengan konsep dasar algoritma dan urutan berpikir tanpa menggunakan perangkat digital, melainkan lewat aktivitas mengolah makanan sehat.

    “Anak-anak belajar coding melalui kode huruf dan angka yang merepresentasikan bahan makanan dan takaran, seperti jagung, susu, dan keju dalam menu jasuke,” jelasnya. Inovasi ini diberi nama KEMILAU (Coding Edukatif untuk Mengenal Isi Lauk) dan dirancang agar pembelajaran terasa menyenangkan sekaligus kontekstual dengan kehidupan anak.

    Dampak Kognitif, Sosial, dan Karakter Anak

    Siti Fauziah menuturkan bahwa sebelum inovasi diterapkan, banyak anak cenderung memilih makanan siap saji dan kurang mengenal makanan sehat. Melalui pendekatan bermain peran dan menerjemahkan kode, anak-anak perlahan mengenal buah, sayur, dan menu rumahan bergizi.

    Pendekatan itu berdampak pada perkembangan kognitif anak melalui pengenalan urutan dan logika sederhana, keterampilan sosial lewat kerja sama kelompok, dan pembentukan karakter seperti keberanian mencoba hal baru. “Perubahan memang tidak instan, tetapi ini menjadi langkah awal membangun memori rasa dan kebiasaan sehat,” ujarnya.

    Tantangan dan Replikasi Inovasi

    Tantangan terbesar datang dari adaptasi orang tua yang awalnya merasa metode itu cukup merepotkan. Namun, melalui komunikasi dan pelibatan orang tua dalam kegiatan seperti cooking class, pendekatan itu mulai diterima. Inovasi tersebut bahkan menginspirasi guru lain dari berbagai daerah di Indonesia.

    Kesederhanaan, biaya rendah, dan fleksibilitas menjadi faktor kunci inovasi tersebut unggul secara nasional. “Model ini sangat mungkin direplikasi di berbagai daerah dengan menyesuaikan makanan khas setempat,” tambahnya.

    Peran Alumnus MAPSI UNAIR

    Sebagai alumnus MAPSI UNAIR, Siti Fauziah mengakui pendekatan psikologi pendidikan sangat membantunya dalam memahami karakter anak dan merancang pembelajaran yang humanis. Ke depan, ia berharap praktik pembelajaran transformatif dapat diadopsi lebih luas untuk mendukung kebijakan nasional penguatan literasi komputasi sejak usia dini. “Coding tidak harus rumit. Ia bisa hadir dari hal paling dekat dengan anak, asal guru mau kreatif,” pungkasnya.(naf)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru