More
    BerandaPendidikanAlumnus Sasindo UNAIR Buktikan Ilmu Humaniora Relevan di Dunia Pendidikan Global

    Alumnus Sasindo UNAIR Buktikan Ilmu Humaniora Relevan di Dunia Pendidikan Global

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 10 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom- Latar belakang pendidikan humaniora kerap dipandang memiliki jalur karier yang terbatas. Namun, anggapan tersebut berhasil dipatahkan oleh Jazi Jannati, alumnus Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR). Berbekal pemahaman bahasa, budaya, dan soft skills selama kuliah, Jazi kini berkiprah di industri pendidikan internasional sebagai Regional Marketing Manager UK & Europe Specialist (Indonesia dan Filiphina) di YES Education Group.

    Perjalanan karier Jazi tidak dimulai dengan rencana besar untuk bekerja di ranah global. Ia mengaku memilih Sastra Indonesia murni karena ketertarikannya pada sastra dan budaya sejak SMA.

    “Aku ingat banget, waktu itu aku SMA, aku datang ke pameran gitu ya, karena aku udah punya minat ke sastra,” tuturnya. Keputusan tersebut ia ambil tanpa terlalu memikirkan jalur karier di masa depan.

    Dari Sastra Indonesia ke Industri Pendidikan Internasional

    Selama menempuh pendidikan di FIB UNAIR, Jazi banyak mempelajari kajian budaya dan wawasan lokal yang kini justru menjadi kekuatannya dalam dunia profesional. Menurutnya, pendekatan budaya sangat penting dalam menyusun strategi, khususnya di Indonesia yang memiliki keragaman tinggi. “Aku selalu bilang kalau Indonesia itu so wide,” ujar Jazi.

    Selain pembelajaran akademik, mata kuliah bahasa lokal dan internasional juga membantunya beradaptasi dengan lingkungan multikultural. Hal tersebut menjadi bekal penting ketika ia mulai terjun ke industri pendidikan internasional dan menangani berbagai destinasi studi seperti Inggris, Australia, Eropa, Selandia Baru, dan Kanada.

    Ketertarikannya pada pendidikan global awalnya berangkat dari tujuan personal untuk melanjutkan studi ke Inggris. Ia kemudian mendalami kemampuan bahasa Inggris secara bertahap hingga mengikuti persiapan IELTS. Dari sanalah jalannya di industri pendidikan mulai terbuka, hingga akhirnya ia dipercaya menjadi spesialis pasar Inggris dan Eropa.

    Tantangan, Soft Skills, dan Pesan untuk Mahasiswa UNAIR

    Memasuki industri internasional bukan tanpa tantangan. Jazi mengaku sempat merasa kurang percaya diri karena harus bersaing dengan rekan kerja lulusan luar negeri. “Challenge-nya itu aja sih. Awal-awal buat building trust-nya orang, itu pasti kan brand-nya university asal kita itu pasti ngaruh,” ungkapnya.

    Namun, pengalaman organisasi selama kuliah justru menjadi pembeda. Ia menilai soft skills seperti disiplin, koordinasi, dan kemampuan berpikir terstruktur banyak ia dapatkan dari aktivitas kemahasiswaan. “Sekarang ketika aku udah di level, mungkin yang di level mid ya, middle managerial, kayak gitu, ternyata aku bisa ngerasain, oh itu ternyata kepake loh sekarang,” katanya.

    Saat ini, Jazi tidak hanya mendampingi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, tetapi juga terlibat dalam kerja sama strategis dengan universitas di Inggris dan Indonesia, mulai dari short course, riset dosen, hingga program beasiswa.

    Jazi berpesan kepada mahasiswa UNAIR agar tidak ragu mengikuti passion. “Jurusan apapun selama kita kejar bener-bener, we’ll become experts anyway,” pesannya. Ia menegaskan bahwa ilmu humaniora memiliki cakupan luas dan relevan di berbagai sektor, termasuk di tingkat global.(dr1)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru