Surabaya 15 Agustus 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Dalam rangka mendukung salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yaitu mencapai Swasembada Pangan diperlukan kontribusi dari berbagai pihak termasuk pemerintah, instansi, institusi, lembaga, sekolah, pesantren, dan masyarakat baik yang tinggal di kota maupun di desa. Kesadaran dan pola pikir masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan harus ditanamkan sejak dini yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Ketahanan pangan dapat dimaknai sebagai suatu keadaan dimana keseluruhan masyarakat dari berbagai lapisan mulai dari negara itu sendiri sampai masing-masing individu mempunyai akses terhadap kecukupan pangan. Pangan yang dimaksud harus memiliki standar kualitas, memiliki aneka ragam dan mengandung berbagai kandungan gizi, aman untuk dimakan, tersebar secara merata dan adil, mudah untuk memperolehnya, serta tidak berlawanan dengan nilai-nilai dari unsur agama, budaya masyarakat setempat maupun kepercayaan untuk mendukung kehidupan masyarakat yang sehat, berperilaku aktif serta berkelanjutan (Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012).
Urusan pangan bukan menjadi tanggung jawab para petani, peternak, petambak, dan pekebun saja, melainkan menjadi urusan bersama. Oleh karena itu sangatlah bijak jika seluruh masyarakat turut berpartisipasi dalam ketahanan pangan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi perubahan iklim yang memburuk misalnya cuaca terlalu panas hingga tanah menjadi kering, atau sebaliknya sering turun hujan sehingga tanah kebanjiran, selain itu jika terjadi semakin berkurangnya lahan karena dialihkan untuk keperluan lain misalnya pembangunan gedung-gedung, apartemen, perkantoran, mall, dan sebagainya, serta jika terjadi permainan harga pangan yang kadang sangat melambung tinggi sehingga menyebabkan ketersediaan kebutuhan bahan pangan menjadi berkurang. Dengan demikian, ketahanan pangan saat ini menjadi isu strategis yang segera perlu mendapat penanganan secara tepat di negeri ini agar kebutuhan pangan di masyarakat semakin terjamin.
Mengingat aktifitas dan mobilitas masyarakat juga sangat bervariasi, ada yang bekerja baik di kantor, diberbagai tempat kerja, maupun di rumah, maka untuk mendukung program ketahanan pangan diperlukan sebuah terobosan untuk menggerakkan masyarakat agar aktif dalam kegiatan ketahanan pangan. Salah satu program tersebut yaitu “Jaran Kepang” yang merupakan singkatan dari “Jadikan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan”. Program ini merupakan sarana bagi masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sekitar untuk budidaya tanaman, budidaya ikan, budidaya ternak dan sebagainya. Saat ini masih banyak pekarangan di sekitar rumah yang belum dimanfaatkan dengan baik terutama untuk ketahanan pangan. Masyarakat cenderung membeli berbagai keperluan pangan dibandingkan budidaya sendiri. Hal ini tentunya akan menambah jumlah pengeluaran keluarga, apalagi jika harga kebutuhan pangan sangat mahal.
Program “Jaran Kepang” dengan memanfaatkan pekarangan di sekitar rumah yang belum dimanfaatkan untuk ketahanan pangan bisa menjadi peluang bagi masyarakat jika dikelola secara serius. Pemanfaatan pekarangan kosong bisa dijadikan kesempatan bagi masyarakat baik yang memiliki hobi bercocok tanam, memelihara ikan, ternak, dan sebagainya maupun masyarakat yang peduli terhadap ketahanan pangan. Pekarangan yang tidak terlalu luas pun bisa menjadi lahan untuk berkebun dalam lingkup kecil dengan menanam berbagai tanaman seperti sayuran, cabe, buah-buahan, dan sebagainya. Selain itu juga bisa dijadikan lahan untuk bubidaya ikan seperti budidaya lele, mujaer, nila dan sebagainya dengan metode bioflok yang bisa menggunakan tong dengan ukuran yang tidak terlalu besar sehingga tidak memerlukan lahan yang luas. Selanjutnya, lahan di pekarangan yang tidak terlalu luas juga bisa dimanfaatkan untuk berternak seperti ayam kampung dan lain-lain. Hal ini tentunya akan memiliki nilai ekonomis dan ekologis selain juga turut serta dalam mengkampayekan pertanian di perkotaan atau biasa disebut dengan Urban Farming. Urban Farming merupakan praktik untuk bercocok tanam bagi masyarakat di perkotaan meliputi penanaman berbagai sayuran, berbagai buah-buahan, dan berbagai bunga. Urban Farming sangatlah berkontribusi secara positif pada lingkungan perkotaan antara lain menjadikan kegiatan kebun produktif secara mandiri dengan memanfaatkan lahan dan pekarangan kosong menjadi produksi ketahanan pangan serta menjadikan lingkungan menjadi lebih hijau sehingga bisa merestorasi lingkungan perkotaan. Selain itu, juga bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program “Jaran Kepang” dengan menjadikan pekarangan sebagai sarana untuk ketahanan pangan tidak saja dapat meminimalisasi akan krisis pangan dalam keluarga, namun juga sebagai aktifitas yang positif dalam meluangkan waktu bersama keluarga dengan mengisi kegiatan ketahanan pangan misalnya menanam sayur dan buah-buahan, budidaya ikan, beternak dan sebagainya. Dengan demikian, kegiatan ketahanan pangan dengan menjadikan pekarangan tak terpakai ini bisa menurunkan tingkat ketergantungan bahan pangan pada pasar, selain itu juga bisa lebih berhemat dalam biaya untuk keperluan belanja sayuran, buah-buahan, telor, daging ayam, lele atau ikan air tawar lainnya dan sebagainya disaat terjadi harga pangan yang fluktuatif dan tidak stabil. Menanam sayuran dan buah-buahan di pekarangan sendiri hasilnya lebih sehat karena dirawat secara organik sehingga tidak membahayakan tubuh.
Alasan mengapa program “Jaran Kepang” sangat menarik pertama karena bisa dijadikan sebagai konservasi dari lahan dan pekarangan kosong untuk keperluan ketahanan pangan dengan menanam sayuran, buah-buahan, budidaya ikan, ternak dan sebagainya, dimana pekarangan tersebut sebelumnya dibiarkan begitu saja sehingga lahan menjadi terabaikan dan dapat merusak lingkungan secara cepat. Tentunya hal ini bisa semakin memperburuk kondisi lingkungan menjadi semakin kotor tak terawat. Program “Jaran Kepang” memiliki kontribusi secara positif dalam menjaga kesimbangan ekosistem diberbagai tempat. Kedua, menjadikan pekarangan sebagai tempat penyedia makanan organik untuk masyarakat. Sayuran dan buah-buahan yang ditanam di pekarangan tidak menggunakan bahan kimia untuk pupuk maupun pestisida untuk membasmi hama sehingga lebih sehat, lezat dan tidak membahayakan tubuh. Masyarakat juga akan lebih senang karena bisa memanen hasil sayuran dan buah-buahan yang ditanam sendiri dan puas memakan makanan organik tanpa rasa takut adanya zat yang dapat meracuni tubuhnya. Selain itu, untuk pemenuhan protein keluarga bisa diambil dari hasil telor ayam kampun, ikan lele, mikan mujaer, ikan nila dan sebagainya. Ketiga, menanam tanaman untuk ketahanan pangan di pekarangan kosong dapat meningkatkan finansial keluarga sebagai tambahan dari hasil penjualan produk organik sayuran, buah-buahan, telor, ikan lele, ayam dan lain-lain serta bisa mengurangi jumlah pengeluaran dari belanja sayuran ,buah-buahan dan lauk pauk dari luar untuk keperluan keluarga. Keempat, menjadikan pekarangan untuk ketahanan pangan memiliki nilai secara positif yakni masyarakat dapat menjaga alam menjadi lebih baik. Koneksi antara masyarakat dan alam semakin terasa saat sayuran, buah-buahan yang ditanam di pekarangan tumbuh dan berbuah, ayam mulai bertelor dan ikan semakin besar ukurannya, hal ini juga bisa dijadikan sebagai kegiatan yang dapat menurunkan tingkat stres dan untuk relaksasi tubuh dan pikiran.
Manfaat dari program “Jaran Kepang” antara lain sebagai alternatif produktif dalam ketahanan pangan. Masyarakat diharapkan semakin sadar betapa pentingnya lingkungan alam sekitar dan keberlanjutannya. Kegiatan yang menjadikan pekarangan kosong untuk ketahanan pangan sebagai alternatif produktif perlu dicanangkan dan digaungkan serta dilaksanakan secara bersama-sama karena hal ini dapat menurunkan rasa ketergatungan masyarakat akan pasokan makan dari luar. Masyarakat dapat menanam, memelihara ternak, dan ikan sendiri untuk kebutuhan makanan keluarga, tentunya hal ini juga menguntungkan saat terjadi peningkatan harga pangan dan minimnya pasokan makanan. Selanjutnya, program “Jaran Kepang” dapat meningkatkan keamanan pangan untuk masyarakat. Sumber makanan yang didapatkan dari pekarangan lebih bervariasi, masyarakat akan tercukupi kebutuhan nutrisinya sehingga akan menjadikan lebih sehat, mengurangi kondisi kelaparan dan stunting atau kekurangan gizi di lingkungan masyarakat. Lebih lanjut, program “Jaran Kepang” dapat membantu meningkatkan ekonomi lokal. Pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan oleh masyarakat bisa membangun perekonomian masyarakat lokal. Hasil panen dapat dijual di lingkungan lokal masyarakat, hal ini tentunya dapat mengurangi biaya untuk supply chain dan mengurangi ketergantungan produk pangan impor, sehingga diharapkan dapat membantu memajukan sektor ketahanan pangan lokal bahkan memungkinkan untuk menciptakan usaha dan lapangan kerja yang baru. Meskipun saat ini terjadi gempuran teknologi untuk pertanian, peternakan, dan perikanan, program “Jaran Kepang” dapat membantu mempertahankan budaya lokal. Berbagai tradisi, budaya daan pengetahuan dapat diturunkan ke generasi selanjutnya sehingga masyarakat dapat mempertahankan tradisi dan budaya kearifan lokal terkait ketahanan pangan untuk generasi masa depan.
Ada berbagai macam pilihan dalam melaksanakan program “Jaran Kepang”, jika lahan pekarangan cukup luas maka bisa digunakan bercocok tanam sayuran dan buah-buahan yang lebih banyak, membuat green house, membuat kolam ikan, membuat kandang ternak dan sebagainya. Namun jika lahan pekarangan sempit maka sebagai alternatif pilihan bisa dilakukan untuk program “Jaran Kepang” antara lain menggunakan sistem hidroponik yakni menanam berbagai tanaman dengan menggunakan media air, sistem vertikultur yakni menanam berbagai tanaman yang disusun secara vertikal, aeroponik yakni menanam tanaman dengan menggunakan udara yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan berbagai tanaman, tabulampot singkatan dari tanaman buah dalam pot yakni menanam buah-buahan dengan menggunakan media berupa pot, dan budikdamber yakni cara menanam berbagai tanaman disertai budidaya ikan secara bersamaan. Dari berbagai teknik menanam tanaman dan memelihara ikan serta ternak tersebut bisa dipilih sesuai dengan keadaan pekarangan yang tersedia, sehingga tanaman yang sudah ditanam, ikan dan ternak yang dipelihara bisa tumbuh lebih besar, subur dan terlihat indah dengan perawatan yang baik agar hasil panen menjadi lebih baik.
Hal yang bisa kita petik dari program “Jaran Kepang” selain bisa memanfaatkan pekarangan yang tidak terpakai di sekitar rumah juga memiliki kontribusi dalam kelestarian alam lingkungan sekitar rumah, selain itu juga bisa menurunkan polusi di udara, kadar oksigen juga semakin meningkat, serta karbon dioksida dapat diserap lebih banyak. Program “Jaran Kepang” juga menjadi salah satu terapi secara alami hingga dapat membantu menurunkan stres dan dapat meningkatkan mental menjadi lebih sehat. Program “Jaran Kepang” selain dapat menjadikan pekarangan di lingkungan sekitar rumah menjadi lebih bersih dan hijau juga menjadikan hubungan yang sehat diantara anggota keluarga dengan melakukan aktifitas “Jaran Kepang” yang memiliki segudang manfaat serta kegiatan yang sangat menyenangkan.
Sebagai penutup, dengan begitu banyaknya manfaat dari program “Jaran Kepang” maka segera lakukan menanam sayuran dan buah-buahan, memelihara ikan atau beternak ayam maupun lainnya di pekarangan rumah Anda, sudah tidak boleh ada lagi alasan untuk tetap membiarkan pekarangan di sekitar rumah terbengkalai tak termanfaatkan. Oleh karena itu, usaha sekecil dan sesederhana yang Anda lakukan bisa dijadikan sebagai langkah awal perubahan dalam menjadikan pekarangan untuk ketahanan pangan di lingkungan keluarga khususnya dan masyarakat pada umumnya. Program “Jaran Kepang” yang dilakukan dengan sistem yang tepat ditambah perawatan yang sesuai maka Anda akan bisa menikmati hasil pemanfaatan pekarangan dengan panen hasil budidaya tanaman, budidaya ikan, dan budidaya ternak yang lebih aman, sehat dan segar. Oleh karena itu ayo tunjukkan dukungan Anda pada program “Jaran Kepang” ini dengan mulai terjun langsung turun ke pekarangan di sekitar rumah Anda sehingga menjadikan lahan pekarangan rumah sebagai sumber bahan pangan yang Anda lakukan secara mandiri serta berkelanjutan. Salah satu contoh pemanfataan pekarangan yang sempit Anda bisa menanam sayur terong, kemangi, tomat, cabe, jeruk limau dengan menggunakan pot ataupun polybag sehingga pada saat Anda ingin makan dengan sambel penyet terong maka tinggal petik dari tanaman yang sudah Anda tanam sendiri. Cukup dengan 5 pot Anda sudah bisa menikmati sambal lezat di pekarangan sendiri tanpa ada rasa khawatir karena sayuran lebih sehat dan segar tanpa menggunakan bahan kimia dalam proses perawatan. Kalau mau menyediakan lauk sendiri ayo pelihara ayam, lele, nila, dan sebagainya. Tunjukkan hasil program “Jaran Kepang” yang Anda lakukan di sekitar pekarangan rumah Anda dengan mengirimkan foto atau video ke instagram: @fkp.unesa, facebook: @FKPUNESAOfficial. AYO REK, Jadikan Pekaranganmu sebagai sarana Ketahanan Pangan Keluarga untuk menyiapkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045.
penulis Nining Widyah Kusnanik Dekan Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
