Bojonegoro 20 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Hujan yang sempat mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro tak menyurutkan semangat para pelaku UMKM untuk ambil bagian dalam Bazar Ramadhan UMKM Bahagia 1447 H/2026 M. Bazar Ramadhan dibuka secara resmi oleh Bupati Setyo Wahono.
Sejak siang hari, Jumat (20/2/2026) para pelaku UMKM mulai berdatangan di lokasi bazar yakni berada di sepanjang Jalan P. Mas Tumapel dan sepanjang Jalan Pasar Kota untuk menata produk di meja bazar. Mereka menata stand agar tampil menarik dan memikat minat pembeli.
Tepat pukul 15.55 WIB, rombongan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah bersama jajaran Forkopimda serta Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemkab Bojonegoro hadir di lokasi bazar.
Setelah seremoni pembukaan, rombongan meninjau satu per satu stan yang ada sembari menyapa hangat para pelaku UMKM.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan bahwa Bazar Ramadhan UMKM Bahagia merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendorong pertumbuhan dan penguatan UMKM.
Momen Ramadhan, menurutnya, menjadi kesempatan strategis karena meningkatnya kebutuhan masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari menjelang puasa maupun menyambut Hari Raya Idulfitri.
“Kita tahu kesempatan Ramadhan ini kebutuhan masyarakat sangat banyak. Bazar ini membantu meringankan apa yang dibutuhkan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk terus berpromosi, bersaing, dan naik kelas,” ungkap Bupati.
Dengan mengucap ‘Bismillahirrahmanirrahim’ Bupati secara resmi membuka Bazar UMKM Bahagia dan menandai dimulainya kegiatan tersebut.
Salah satu anggota Forum Kewirausahaan Bojonegoro (FKP), Irva, mengapresiasi kepedulian Pemkab Bojonegoro terhadap UMKM, termasuk wirausaha muda.
Ia menyampaikan bahwa saat pelantikan FKP sebelumnya telah dijanjikan adanya Bazar Ramadan dan kini telah direalisasikan.
“Alhamdulillah sekarang sudah terealisasi. Semoga ke depan bisa menginspirasi para pemuda Bojonegoro untuk mendirikan usaha sendiri, dan bagi yang sudah memiliki usaha semoga semakin berkembang dan naik kelas,” ujarnya.
Antusiasme juga datang dari masyarakat. Ayu Wulandari, salah satu pembeli asal Sugihwaras, mengaku telah berkeliling mengunjungi stan-stan yang ada.
Menurutnya, bazar ini sangat cocok dijadikan tempat ngabuburit karena menghadirkan beragam produk dalam satu lokasi yang tertata rapi.
“Kalau seperti ini memudahkan penjual dan pembeli. Penjual lebih tertata, pembeli juga bisa langsung datang ke sini dan memilih. Semoga Pemkab Bojonegoro terus menyuport UMKM, apalagi sekarang branding produk lebih sering melalui media sosial. Semoga juga bisa dibantu dalam promosi digitalnya,” harap Ayu.
Dalam pelaksanaannya, bazar ini menyediakan 40 tenda yang diisi oleh PKK, GOW, DWP, Disperinaker, Disdagkop UM, Dinpora, serta asosiasi dan paguyuban UMKM di Bojonegoro.
Selain itu, tersedia pula 35 tenda bagi para pedagang di area Alun-Alun Bojonegoro.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap geliat ekonomi masyarakat semakin meningkat dan UMKM lokal semakin berdaya saing, baik di tingkat regional maupun nasional (exo)
