Lamongan 4 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Lamongan dilaksanakan secara utuh, mencakup pembangunan fisik dan non fisik yang terukur melalui capaian angka.
Hal tersebut disampaikan saat melaksanakan Safari Ramadan pada Selasa (3/3) di Masjid Sabilillah Desa Sugio, Kecamatan Sugio.
Selain sebagai ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan, Safari Ramadan juga menjadi momentum penyampaian progres pembangunan daerah kepada masyarakat.
Pada sektor fisik, Pemkab Lamongan terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur melalui program prioritas Jalan Mantap dan Mulus Lamongan (Jamula). Pada akhir tahun 2025, tingkat kemantapan jalan kabupaten telah mencapai sekitar 60,21 persen. Sebanyak 58 ruas jalan terbangun atau 24.700 meter jalan dalam kondisi baik.
“Satu tahun kepemimpinan saya dan Wakil Bupati Lamongan Mas Dirham berkomitmen melaksanakan pembangunan utuh dan berkelanjutan. Yang mencakup pembangunan fisik dan non fisik. Pada pembangunan fisik, peningkatan yang teraktualisasi akan berdampak langsung pada kelancaran konektivitas antarwilayah, distribusi hasil pertanian, serta efisiensi mobilitas masyarakat,” tutur orang nomor satu di Kota Soto.
Di bidang pembangunan desa, sebanyak 277 desa berstatus mandiri. Sedangkan lainnya telah erstatus maju, adanya capaian tersebut menunjukkan penguatan pembangunan berbasis desa yang semakin merata.
Sementara itu, pembangunan non fisik terus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan tercatat berada pada angka 75,90 di tahun 2024 (menunjukkan tren peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat).
Dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, Pemkab Lamongan juga mengoptimalkan realisasi program nasional. Salah satunya melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang terus berkembang di berbagai desa sebagai wadah pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penguatan distribusi kebutuhan pokok.
Pada sektor unggulan daerah, pertanian tetap mendominasi peningkatan ekonomi Lamongan. Produksi padi Lamongan tercatat mencapai lebih dari 1 juta ton gabah kering panen per tahun, menjadikan Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur hingga nasional. Selain padi, komoditas jagung, kedelai, perikanan, dan peternakan turut menunjukkan tren produktivitas yang positif.
“Pembangunan di Lamongan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya terlihat dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari meningkatnya kualitas SDM dan kesejahteraan warga,” tegas Pak Yes.
Melalui pembangunan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis mampu mewujudkan daerah yang maju, berdaya saing, serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.(dit)
