Surabaya 18 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Perjalanan karier tidak selalu berjalan linier dengan latar belakang pendidikan. Hal tersebut dibuktikan oleh Meilanny Dyah Kumala Putri, alumni Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR angkatan 2011, yang kini berkarier sebagai contract engineer di PT Pertamina EP, sektor industri hulu migas.
Meilanny menyelesaikan studi S1 Fisika pada 2016, kemudian melanjutkan pendidikan magister di Institut Teknologi Bandung dengan mengambil jurusan Teknik Pertambangan pada 2016-2018. Ia mengaku keputusan tersebut lahir dari ketertarikannya pada bidang yang lebih aplikatif. “Fisika mengajarkan cara berpikir logis dan sistematis. Itu yang ternyata sangat berguna ketika saya masuk dunia kerja,” ujarnya.
Dari Lapangan ke Manajemen Kontrak
Karier Meilanny di Pertamina dimulai pada 2018 sebagai intern. Ia kemudian dipercaya menjadi well-site engineer selama dua hingga tiga tahun dan terlibat langsung dalam persiapan serta kebutuhan teknis pengeboran di lapangan. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman menyeluruh tentang proses operasional di sektor hulu migas.
Saat ini, ia mengemban peran sebagai contract engineer yang bertugas menyiapkan dan mengelola kebutuhan kontrak untuk mendukung proses pengeboran serta pengadaan barang dan jasa. “Peran saya memang tidak selalu terlihat di lapangan, tetapi tanpa kontrak yang tepat, proses operasional tidak bisa berjalan,” jelasnya.
Menurut Meilanny, tantangan terbesar bukan hanya persaingan masuk industri migas, tetapi juga proses adaptasi. Dengan latar belakang fisika yang tidak sepenuhnya linier dengan perminyakan, ia harus belajar cepat dan membuktikan kompetensinya. Ia selalu mengingat pesan atasannya, “Mencari orang pintar itu banyak, tapi mencari orang yang mau bekerja dan terus belajar itu yang dicari.”
Fisika sebagai Fondasi Problem Solving
Meilanny menilai pendidikan Fisika di FST UNAIR memberinya fondasi kuat dalam problem solving. Latihan menghadapi soal kompleks dan tekanan akademik membentuk ketahanan mental serta kemampuan analisis yang tajam. Pola pikir tersebut membantunya mengambil keputusan secara sistematis dan tetap tenang dalam tekanan.
Ia juga merasa bangga dapat menjadi bagian dari tim Pertamina EP yang berkontribusi dalam pencarian cadangan energi nasional. Baginya, setiap peran memiliki arti penting dalam mendukung keberhasilan operasional perusahaan.
Sebagai alumni FST UNAIR, Meilanny berpesan agar mahasiswa tidak takut jika jalur karier terasa berbeda dari jurusan kuliah. “Tidak linier bukan berarti tidak bisa. Dunia kerja itu luas. Tunjukkan bahwa kita cepat belajar dan mau beradaptasi,” pesannya. Ia menegaskan bahwa latar belakang pendidikan bukan penghalang, melainkan fondasi untuk berkembang. (far)
