Surabaya 27 Agustus 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Airlangga kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah alumninya di kancah nasional. Reghi Perdana, lulusan Fakultas Hukum UNAIR tahun 1998, saat ini mengemban amanah sebagai Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik. Dengan pengalaman panjang di berbagai lembaga pemerintah, Reghi menegaskan pentingnya integritas, kolaborasi, dan evidance-based policy dalam merumuskan kebijakan publik, khususnya di sektor UMKM (26/8/2025).
Perjalanan Karir dari Wartawan hingga Birokrat
Selepas lulus dari Fakultas Hukum UNAIR, perjalanan Reghi tidak langsung menuntunnya ke dunia birokrasi. Ia sempat menjadi wartawan di Majalah Gatra sebelum akhirnya diterima sebagai CPNS di Kementerian PPN/Bappenas pada tahun 2000. Selama dua dekade di Bappenas, ia meniti karir dari staf hingga menjabat eselon III. Pada 2021, ia diamanahi sebagai Kepala Biro Hukum dan Organisasi BPOM. Empat tahun berselang, ia kembali mendapat kepercayaan, kali ini sebagai Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik.
“Setiap penugasan adalah proses belajar. Bukan hanya teori hukum dan kebijakan, tetapi juga keterampilan memfasilitasi kepentingan lintas sektor. Itu yang membentuk saya,” jelasnya.
Dinamika Kebijakan dan Tantangan UMKM
Dalam menjalankan tugasnya, Reghi menekankan pentingnya proses penyusunan regulasi yang berbasis bukti. “Setiap peraturan wajib melalui kajian akademik dan Regulatory Impact Analysis. Publik harus dilibatkan, bukan hanya formalitas, agar kebijakan benar-benar berpihak pada masyarakat, meaningful participation,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam sektor UMKM adalah memastikan perlindungan dan pemberdayaan lebih dari 60 juta pelaku usaha, yang sebagian besar merupakan kategori mikro dan super mikro. Selain memberi kontribusi lebih dari 61 persen terhadap PDB nasional, UMKM juga menyerap hingga 97 persen tenaga kerja Indonesia.
Inisiatif dan Digitalisasi UMKM
Salah satu program yang dinilai berdampak nyata adalah Festival Perlindungan dan Kemudahan Berusaha, yang digelar di titik-titik strategis untuk mempertemukan UMKM dengan kebutuhan riil mereka, mulai dari perizinan, sertifikasi halal, hak kekayaan intelektual, hingga akses pembiayaan. “Dalam satu kegiatan, lebih dari seribu Usaha Mikro dan Usaha Kecil bisa terlayani langsung,” ujarnya.
Seiring akselerasi digitalisasi, Kementerian UMKM juga menyiapkan regulasi yang adaptif. Reghi menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital oleh pelaku usaha. “Dari segi pengusaha UMKM, dengan program pemberdayaan kita fasilitasi kemampuan digital mereka berbisnis di e-commerce seperti Shopee, TikTok, dan lain sebagainya. Sehingga mereka juga dapat berbisnis sesuai perkembangan zaman,” tegasnya.
Pesan untuk Mahasiswa dan Alumni UNAIR
Sebagai alumni, Reghi berpesan kepada mahasiswa UNAIR untuk menyiapkan roadmap sejak dini dalam meniti karir dengan mempertimbangkan masukan dan mentoring dari alumni yang sudah berhasil di dunia kerja. “Bayangkan diri Anda seperti anak panah. Alumni adalah busurnya. Jika keduanya terkoneksi, anak panah itu bisa melesat lebih cepat, jauh, dan tepat sasaran. Jadi, persiapkan diri, jaga integritas, dan jangan pernah berhenti belajar,” pesannya. Dengan kiprahnya, Reghi Perdana menunjukkan bahwa alumni UNAIR dapat berperan strategis dalam mendukung pembangunan nasional melalui jalur kebijakan publik dan pemberdayaan UMKM. (nis)
