Surabaya 9 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Dinas Sosial (Dinsos) Jatim kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan dengan memfasilitasi pemulangan 12 Orang Telantar (OT) ke Jabar, DKI Jakarta hingga Lampung pada Sabtu (7/3/2026).
Penanganan dilakukan secara terstruktur mulai dari asesmen, penelusuran identitas, hingga koordinasi lintas provinsi.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Novi Widiani menjelaskan, setiap laporan atau rujukan orang terlantar langsung ditindaklanjuti melalui asesmen komprehensif. “Penanganan diawali dengan asesmen untuk memastikan identitas, kondisi sosial, serta kebutuhan dasar yang bersangkutan. Kami melakukan pendekatan komunikasi yang lebih intensif agar informasi yang diperoleh akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” jelasnya.
Delapan diantaranya merupakan warga Jawa Barat (Jabar), dimana mereka merupakan kelompok buruh bangunan korban penipuan pekerjaan dari media sosial Facebook. Bahkan salah satu diantara kedelapan OT sudah menerima pelayanan pemulangan orang telantar Dinsos Jatim pada tahun lalu.
OT tersebut Bernama Rai Agi, ia sebenarnya malu untuk datang lagi ke Dinsos Jatim. Karena pelayanan yang Dinsos Jatim berikan hanya sekali seumur hidup, tetapi ia datang lagi.
“Jujur bu, saya sebenarnya mau pergi saja dari kantor sini. Saya paham dengan peraturan pelayanan, tapi teman-teman saya ini menahan saya. Saya berterimakasih sudah mendapatkan pelayanan dari Dinsos Jatim. Saya kapok jadi orang telantar,” ucapnya saat di asesmen oleh petugas penanganan orang telantar.
Maraknya akhir-akhir ini penipuan pekerjaan dari Facebook membuat korbannya merasakan kepiluhan. Karena mereka hanya berniat untuk mencari rezeki untuk keluarganya, namun sayang mereka malah tertipu.
Terlebih, selama awal tahun 2026 ini Dinsos Jatim sudah memberikan pelayanan pemulangan sejumlah 264 Orang Telantar (OT) ke daerah asalnya. Diantarnya Januari : 111 OT, Februari : 115 OT, 1 Maret s/d 7 maret : 38 OT.
Dari jumlah tersebut sejumlah 63 warga Jawa Barat (Jabar) sudah menerima pelayanan pemulangan orang telantar dengan alasan ketelantaran karena penipuan lowongan pekerjaan dari sosial media khususnya laman Facebook.
Selain itu koordinasi lintas daerah menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan perlindungan sosial. Selama berada di Dinsos Jatim, OT memperoleh layanan pemenuhan kebutuhan dasar berupa makanan, minuman, serta pendampingan sosial. Setelah seluruh proses administrasi dan koordinasi rampung, pemulangan dilakukan melalui Terminal Purabaya Kota Surabaya menggunakan transportasi Bus dengan tujuan estafet Dinsos Jateng dan Dinsos Jogjakarta.(aii)
