Surabaya 14 Februari 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1446 H, Dinas Peternakan Jawa Timur menggelar acara sosialisasi bahaya judi online dan doa bersama pada, Jumat (14/2/2025). Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan lantai 4 kantor Dinas Peternakan Jatim di Surabaya, dengan dihadiri berbagai pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai pilar utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. “Kesehatan adalah faktor utama bagi keberhasilan kita dalam beraktivitas, terlebih dalam menyambut Ramadan yang penuh dengan ibadah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh peserta untuk berkomitmen dalam menerapkan standar sistem manajemen mutu ISO 9001. “ISO 9001 adalah standar sistem manajemen mutu yang bertujuan meningkatkan efektivitas organisasi. Mari kita bersama-sama menerapkan standar ini agar pelayanan publik semakin optimal,” jelasnya.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama dalam penerapan ISO 9001. Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur beserta para kepala bidang turut serta dalam proses penandatanganan ini.
Selain membahas manajemen mutu, acara ini juga menjadi momentum refleksi diri dalam menyambut Ramadan. “Mari kita persiapkan diri dengan menjernihkan hati dan melakukan introspeksi, sehingga Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah bagi kita semua,” ungkapnya.
Untuk menghidupkan kembali tradisi Ramadan, sejumlah kegiatan keagamaan akan kembali digelar, seperti khataman Al-Qur’an, kajian keislaman, serta buka puasa bersama yang ditujukan kepada masyarakat, termasuk mereka yang sedang dalam perjalanan. “Kebersamaan harus terus kita bangun, dengan berkompetisi secara sehat tanpa saling menjatuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, dalam sesi sosialisasi bahaya judi online, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Jatim, Achmad Fadlil Chusni, memaparkan dampak negatif dari praktik judi daring yang semakin marak. Ia menekankan bahwa judi online tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berpotensi merusak kehidupan sosial dan moral seseorang. “Judi online adalah ancaman serius bagi keluarga dan generasi muda. Banyak kasus yang berujung pada kehancuran ekonomi dan sosial akibat kecanduan judi,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat tentang bahaya judi online sekaligus membangun semangat kebersamaan dalam menyambut Ramadan dengan penuh keimanan dan ketakwaan. (jal)
