More
    BerandaTeknologiDoktor ITS Gagas Desain Slab Track Berbasis Material Maju dan Sistem Panel

    Doktor ITS Gagas Desain Slab Track Berbasis Material Maju dan Sistem Panel

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 27 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan gagasan teknologi mutakhir melalui disertasi karya sivitas akademikanya. Dalam riset kali ini, lulusan program doktor Departemen Teknik Sipil ITS Dr Danny Triputra Setiamanah ST MT MEng menggugah inovasi desain Slab Track berbasis material maju dan sistem panel untuk pengembangan infrastruktur kereta cepat nasional.

    Slab Track merupakan komponen struktur penting yang berfungsi sebagai landasan rel pada sistem kereta api cepat dan telah diterapkan pada proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung. Inovasi ini hadir sebagai respons atas minimnya riset yang terkait, serta belum tersedianya standar nasional khusus untuk desainnya.

    Untuk itu, dengan kurangnya penelitian mengenai hal ini di Indonesia mendorong perlunya pengembangan desain yang lebih adaptif. “Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan kesiapan ITS dalam mendukung pengembangan kereta cepat secara mandiri di Indonesia,” jelas lelaki berusia 31 tahun tersebut. 

    Ia menyampaikan, tingginya kekakuan yang dibutuhkan pada slab track membuat sistem ini menuntut perawatan yang presisi, sekaligus berdampak pada biaya konstruksi dan pemeliharaan yang besar. Selain itu, menurutnya, ketiadaan Standar Nasional Indonesia (SNI) khusus untuk desain slab track kereta cepat menjadi latar belakang utama penelitian ini.

    Berangkat dari fokus tersebut, disertasi berjudul Fatigue Performance of Fiber Reinforced Concrete Slab Track ini mengembangkan desain slab track dengan memanfaatkan material maju berupa serat baja dan serat polypropylene serta konsep sistem panel modular selebar 60 sentimeter. Material maju dinilai mampu meningkatkan ketahanan lelah dan kontrol retak beton, sedangkan sistem panel dirancang untuk mempermudah proses perawatan dan penggantian komponen secara parsial.

    Danny Triputra Setiamanah ST MT MEng, lulusan doktor dari Departemen Teknik Sipil ITS, berpose dengan alat uji Indonesia Slab Track

    Dikatakan Danny, pemilihan material dan sistem ini didasarkan pada pertimbangan peningkatan durabilitas serta efisiensi material, sekaligus kemampuannya meningkatkan kinerja struktur melalui mekanisme bridging effect pada beton serat. “Dengan sistem panel dan material maju, kebutuhan perawatan dapat diminimalkan dan biaya pemeliharaan menjadi lebih efisien,” terang lelaki asal Palembang tersebut.

    Alumnus sarjana Teknik Sipil ITS ini juga mengungkapkan hal tersebut dibuktikan melalui hasil analisis yang menunjukkan peningkatan performa signifikan pada aspek kontrol dan distribusi retak serta stabilitas perilaku pasca-retak dibandingkan prototipe referensi. Selain itu, inovasi ini juga berpotensi menurunkan biaya material sekitar 10 – 15 persen dibandingkan sistem sebelumnya. “Walaupun pelat lebih tipis dan rasio tulangan lebih kecil, performa fatigue tetap kompetitif bahkan lebih baik pada aspek retak,” papar Danny.

    Ia menyampaikan bahwa hasil pengujian pun menunjukkan desain slab track yang dikembangkannya lebih adaptif terhadap beban berulang jangka panjang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam pengembangan standar nasional desain slab track kereta cepat di masa mendatang. Ke depan, ia berharap inovasi Slab Track karya sivitas doktoral ITS ini dapat diimplementasikan pada proyek kereta cepat nasional sekaligus memperkuat kemandirian teknologi transportasi berbasis riset anak bangsa. Penelitian ini pun menjadi bukti komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. “Harapannya, inovasi ini dapat digunakan pada infrastruktur kereta cepat di Indonesia pada masa mendatang,” pungkasnya.(naf)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru