More
    BerandaUncategorizedEntas Kemiskinan Dengan Pemberdayaan KRTP

    Entas Kemiskinan Dengan Pemberdayaan KRTP

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lamongan 22 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kabupaten Lamongan entas kemiskinan dengan melakukan pemberdayaan, salah satunya yang termuat dalam program prioritas Yakin Semua Sejahtera (YSS) yakni pemberdayaan Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP).

    Diubahnya pola pengentasan kemiskinan dari pola charity menjadi pola pemberdayaan, lebih efektif dalam mengentas kemiskinan. Karena berfokus pada kemandirian, mengatasi akar permasalahan, dan menciptakan dampak berkelanjutan. 

    Berlangsung sejak tahun 2022, pemberdayaan KRTP di Kabupaten Lamongan hingga tahun 2025 sudah berhasil menjangkau 294 KRTP (dari Kecamatan Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Karanggeneng, Kembangbahu, Kedungpring, Lamongan, Laren, Mantup, Modo, Ngimbang, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Tikung, Turi).

    Seluruhnya merupakan KRTP usia 17 sampai 57 tahun, sudah pernah menikah, masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1-4, memiliki inkubasi usaha, dan berkemauan menjalankan wirausaha.

    Dituturkan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan Galih Yanuar Medi Pratama, pemberdayaan KRTP masih akan berlanjut. Pada tahun 2026 ditargetkan akan memberdayakan 32 KRTP, dengan memberikan permodalan berupa uang tunai sebesar 4 juta rupiah.

    “Pemberdayaan KRTP masuk dalam program prioritas Yakin Semua Sejahtera (YSS), ini merupakan realisasi pengentasan kemiskinan melalui program pemberdayaan sehingga lebih efektif mengatasi akar masalah kemiskinan,” tutur Galih Yanuar, Kamis (22/1/2026) di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Lamongan. 

    Pemberdayaan ini tidak selesai begitu saja usai menyerahkan modal usaha. Melainkan terus mendapat monitoring dan evaluasi sebanyak tiga kali dalam setahun. Tentu bertujuan untuk mengetahui progres dari pemberdayaan yang diberikan.

    “Semua KRTP yang diberdayakan masih mengembangkan usahanya, tidak ada yang berhenti dari usahanya. Karena kami ada monitoring dan evaluasi setiap tahun,” kata Galih Yanuar.

    Angka kemiskinan di Kota Soto terus melandai, pada tahun 2023 menduduki angka 12,42, lalu di tahun 2024 terus menurun di angka 12,16, dan pada tahun 2025 berhasil turun kembali di angka 12,03.

    Melihat capaian tersebut, dapat ditetapkan target angka kemiskinan pada tahun 2026 menjadi 11,95. Karena keberhasilan di tahun sebelumnya menandakan keberhasilan dari ragam upaya yang telah dilaksanakan.(dit)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru