Surabaya 14 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) tak henti menunjukkan prestasi bergengsinya. Kali ini, mereka sukses meraih Silver Medal dan Special stage presentation dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026. Acara berlangsung pada Senin-Jumat (5-9/1/2026) di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand.
Tim diketuai oleh Faiz Wildan Anshory (FKp), beranggotakan Muhammad Rayhan Ricardi Sudrajat, Talitha Maulia Nada (FKp); dan Callysta Tabina Nadine, Naura Widya Rahmadhani (FF). Prestasi tersebut diraih melalui inovasi berupa produk perawatan tubuh dan rambut berbasis bahan alami yang relevan dengan kondisi iklim tropis.
ETLIORÉ, Solusi Praktis Hadapi Iklim Tropis
Muhammad Rayhan Ricardi Sudrajat menjelaskan bahwa tim mengusung inovasi bernama ETLIORÉ, sebuah produk nanoemulsion spray yang memanfaatkan ekstrak bunga Etlingera elatior (kecombrang). Menggunakan konsep organik dan natural ingredients, produk itu hadir sebagai compact dual-use product, efektif digunakan pada body & hair yang aman untuk kulit sensitif.
“Dikemas dengan teknologi nanoemulsion untuk memastikan penyerapan cepat tanpa rasa lengket,” ujarnya.
Inovasi itu berawal dari permasalahan sehari-hari seperti bau badan, sebum berlebih, rambut lepek, dan ketombe yang sering dialami masyarakat dengan iklim tropis seperti Indonesia. Oleh karena itu, ETLIORÉ hadir dengan fungsi utama sebagai antibakteri, anti sebum, dan deodorizing.
“Dengan desain yang practical and easy to use, sangat mendukung penggunaan di tengah padatnya aktivitas. Selain itu, juga dirancang sebagai solusi perawatan diri yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Di Balik Perjalanan Panjang
Dalam prosesnya, tantangan utama terletak pada tahap Riset and Development (RnD), yang mana proses trial and error dilakukan berulang kali dengan keterbatasan waktu dan kesibukan anggota. Namun, tim berkomitmen menghadirkan inovasi yang kompetitif di ajang internasional dan relevan dengan permasalahan kesehatan masyarakat tropis serta berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.
“Berkat saling melengkapi dan berpegang teguh pada komitmen, kami bersyukur terpilih untuk mempresentasikan produk di hadapan investor dari berbagai negara,” ungkapnya. Menurutnya, keberhasilannya dalam meraih juara tidak lepas dari proses perjalanan tim. Kerja sama dan komitmen untuk saling mendukung menjadi kekuatan utama.
“Selain itu, keberhasilan tak lepas dari dukungan dosen pembimbing kami Prof apt Rr Retno Widyowati SSi MPharm PhD, serta dukungan orang-orang terdekat dan PUSPAS UNAIR yang telah membantu dalam memfasilitasi,” paparnya.
Kedepannya, mereka berencana untuk terus melakukan pengembangan produk lebih jauh melalui penelitian lanjutan dan kerja sama dengan industri atau layanan kesehatan. Pencapaian itu menjadi motivasi tersendiri untuk terus berinovasi dan berani mencoba ke tingkat yang lebih tinggi. Pencapaian itu, lanjutnya, menunjukkan bahwa riset mahasiswa UNAIR memiliki potensi untuk berkompetisi secara global.
Terakhir, ia berpesan agar mahasiswa tidak ragu dalam mengambil kesempatan yang ada dan berani dalam mencoba hal baru. “Setiap proses yang kita lalui akan menjadi pembelajaran untuk terus berkembang. Setiap orang punya waktunya sendiri untuk berkembang, yang penting berani mulai dan tetap konsisten,” pungkasnya.(naf)
