Surabaya 4 Oktober 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Proses evakuasi korban runtuhnya bangunan tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, terus dilakukan sejak Kamis (2/10/2025). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan Sekda Adhy Karyono turun langsung meninjau lokasi, memastikan pencarian yang sudah mulai menggunakan alat berat berjalan lancar.
“Pemprov Jatim memastikan seluruh proses evakuasi berjalan cepat, aman, dan para korban maupun keluarganya mendapat perhatian penuh. Ini adalah duka kita bersama,” katanya saat berada di lokasi kejadian.
Gubernur Khofifah menyaksikan langsung mobil crane mengangkat puing-puing besar yang menutup akses pencarian. Ia juga menyempatkan diri menemui pengasuh pondok dikediaman untuk memberikan dukungan dan memastikan seluruh pihak mendapat perhatian.
Sementara itu, Wagub Emil didampingi Sekda Adhy dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Dra Restu Novi Widiani MM meninjau dapur umum Taruna Siaga Bencana (Tagana). Mereka memastikan suplai logistik bagi keluarga korban dan relawan penyelamat mencukupi sepanjang proses evakuasi.
Selain itu, layanan dukungan psikososial yang diberikan Jatim Social Care (JSC) juga berjalan. Pendamping sosial hadir di tengah keluarga korban untuk mengurangi trauma dan memberi kekuatan, terutama bagi para orang tua santri yang masih menunggu anaknya ditemukan.
Dimalam harinya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi hadir memberikan dukungan langsung. Bersama Kepala Dinsos Jatim, ia menyapa satu per satu keluarga korban yang menunggu dengan penuh harap, sekaligus menyaksikan siaran langsung proses evakuasi dari Posko Basarnas.
Keesokan harinya, Jumat (3/10/2025), Menteri Fauzi melanjutkan kunjungan dengan menjenguk para korban selamat di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Salah satunya adalah Haikal, santri yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan, meski mengalami luka cukup serius.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang menjadi korban, baik selamat maupun terluka, mendapatkan pendampingan psikologis dan perawatan medis terbaik. Keselamatan dan pemulihan mereka adalah prioritas utama,” tegasnya.
Rangkaian kunjungan Gubernur, Wakil Gubernur, hingga Menteri PPPA di lokasi maupun rumah sakit menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap ambruknya bangunan tiga lantai di Ponpes Al Khoziny. Dukungan logistik, layanan medis, hingga pendampingan psikososial terus digulirkan untuk korban dan keluarga.(qal)
Hingga Jumat (3/10/2025) jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo bertambah. Tercatat total keseluruhan korban runtuhnya Ponpes Al Khoziny tercatat 113 orang. Dari jumlah tersebut, 103 orang selamat, sementara sepuluh lainnya meninggal dunia. Dari total korban meninggal, empat di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Hingga berita ini dimuat, Tim SAR Gabungan masih terus berupaya mengevakuasi korban menggunakan alat berat, dan diprediksi jumlahnya akan bertambah.(qal)
