Lamongan 18 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemantauan hilal yang dilakukan Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Lamongan di Markaz Rukyatul Hilal Tanjung Kodok pada Selasa (17/2), menunjukkan bahwa hilal tidak terlihat dari Lamongan. Secara astronomis, tinggi hilal dilihat dari Tanjung Kodok berada pada minus satu derajat baik secara hakiki maupun mar’i dengan elongasi 01⁰ 05′ 24″ dan posisi hilal masih di bawah ufuk.
Ketua BHR Lamongan Khoirul Anam mengatakan bahwa hingga waktu pengamatan berakhir, para perukyat tidak dapat melihat hilal. Posisi ketinggian hilal yang berada pada minus satu derajat ini dikatakan beliau secara astronomis mustahil dapat melihat hilal.
“Ketinggian hilal di Tanjung Kodok minus satu derajat. Secara astronomis tidak mungkin terlihat, dalam istilah ilmu falak kondisi ini disebut rukyat yang mustahil,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, kriteria imkanur rukyah (kemungkinan terlihatnya hilal) yang ditetapkan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yakni jika posisi hilal saat matahari terbenam mencapai ketinggian minimal 3 derajat di atas ufuk dan sudut elongasi (jarak sudut bulan – matahari) minimal 6,4 derajat.
Dari laporan hasil pengamatan tersebut, Sidang Isbat Kementerian Agama RI kemudian memutuskan awal puasa, 1 Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada esok hari yakni Kamis 19 Februari 2026.(dit)
