More
    BerandaUncategorizedIIDC Ponorogo Ikuti Kompetisi Fashion Show Nasional Usung Karakter Reog Ponorogo

    IIDC Ponorogo Ikuti Kompetisi Fashion Show Nasional Usung Karakter Reog Ponorogo

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Ponorogo 19 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Anggota Indonesian Innovative Dressmaker Community (IIDC) Ponorogo ambil bagian dalam Wastra Praba Asmaranala, kompetisi fashion show nasional yang berlangsung di Yogyakarta,  mengusung enam karya gaun gala mewah yang terinspirasi karakter-karakter dalam Reog Ponorogo.

    “Konsep kompetisi memang menampilkan busana malam berkilau yang terinspirasi dari tarian daerah dan wastra nusantara atau kain tradisional,” kata Koordinator Wilayah IIDC Ponorogo Dian Wisudawati, Rabu (18/02/2026).

    Karakter Klono Sewandono, Warok, Penari Jathil, Dadak Merak, dan Bujang Ganong naik ke catwalk Wastra Praba Asmaranala. Dian menyebut Reog Ponorogo yang selama ini dikenal sebagai seni pertunjukan ditransformasikan menjadi karya wastra modern yang memukau sesuai dengan tema kompetisi.

    Dia mengungkapkan, seluruh proses pengerjaan memakan waktu sekitar lima bulan. Dimulai dari pendalaman filosofi tari, penyusunan konsep atau moodboard, pencarian kain, hingga tahap produksi melalui beberapa kali koreksi. “Penilaian sudah dilakukan sebelum fashion show berlangsung. Melalui proses fitting, wawancara, dan penilaian teknis, karena kualitas karya menjadi fokus utama,” ujarnya.

    Panitia mematok syarat ketat tentang penggunaan bahan. Sesuai aturan kompetisi, sebanyak 75 persen material yang digunakan merupakan wastra lokal nonpabrikan yang terdiri batik tulis, batik cap, tenun, dan lurik. “Penggunaan wastra menjadi komitmen untuk mendukung UMKM serta mengangkat citra kain tradisional agar tampil modern dan berkelas.

    Menurut Dian, detail garniture menjadi nilai penting dalam penilaian juri. Apalagi, sentuhan kain batik, penyulaman, serta pemasangan payet memerlukan ketelitian yang tinggi. Salah satu gaun bertema Bujang Ganong bahkan meraih penghargaan Best Garniture di kelas utama. “Garniture adalah hiasan seperti sulam, aplikasi batik tulis, payet. Gaun gala yang terinspirasi Bujang Ganong mendapatkan Best Garniture Kelas Utama,” tambahnya.

    Dian menjelaskan bahwa keikutsertaan IIDC Ponorogo dalam Wastra Praba Asmaranala ini dilakukan secara mandiri, termasuk pembiayaan bahan dan perjalanan. 

    IIDC sendiri merupakan komunitas desainer dan pecinta busana berskala nasional yang sebelumnya dikenal sebagai Tailor Indonesia (TI), dengan jaringan sekitar 27 wilayah di Indonesia. Komunitas ini memiliki kurikulum pembelajaran terstruktur dari mentor pusat kepada wilayah. 

    Pihaknya menyampaikan pesan bahwa Reog Ponorogo tidak hanya hidup di panggung pertunjukan tari dan musik. Namun, juga mampu menjelma menjadi karya wastra modern yang elegan dan membanggakan daerah. (yan)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru