Surabaya 22 April 2025 | Draft Rakyat Newsroom- Memperingati Hari Kartini bukan hanya tentang mengenang sosok pahlawan perempuan Indonesia, tetapi juga merefleksikan perjuangannya dalam konteks masa kini. Bagi Wakil Rektor 2 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Ana Crinstanti, M.Pd., Kartini adalah figur intelektual yang revolusioner dalam memperjuangkan hak perempuan melalui pendidikan dan literasi.
“Kartini adalah perempuan pembelajar. Ia membuktikan bahwa kekuatan kata-kata dan pendidikan bisa menembus batas sosial dan budaya yang membelenggu perempuan pada zamannya,” ujar Ana Crinstanti, di Sidoarjo, Senin (21/4/2025).
Menurut Dosen Pendidikan Bahasa Inggris ini, perjuangan Kartini sangat relevan dengan dunia akademik hari ini. Kartini adalah simbol emansipasi yang lahir dari pemikiran, bukan perlawanan fisik. Dalam surat-suratnya yang kini menjadi karya sastra monumental, Kartini menunjukkan bahwa literasi adalah jalan menuju kebebasan berpikir dan bertindak.
Sebagai seorang akademisi dan pengelola pendidikan tinggi, Ana melihat perjuangan Kartini sebagai inspirasi untuk mendorong lebih banyak perempuan masuk ke ranah keilmuan, teknologi, dan kepemimpinan. Terlebih di era globalisasi dan revolusi industri 5.0, perempuan dituntut untuk tidak hanya menjadi penggerak keluarga, tapi juga kontributor perubahan di masyarakat.
“Tugas kita hari ini bukan hanya memperingati, tapi melanjutkan. Mendorong mahasiswa-mahasiswi, khususnya perempuan, untuk percaya diri dalam ruang intelektual dan aktif membangun peradaban melalui ilmu,” tambahnya.
Dalam pandangan Ana, Kartini bukan hanya ikon emansipasi, tapi role model keberanian intelektual, yang seharusnya terus hidup dalam semangat para dosen, mahasiswa, dan seluruh civitas akademika.
Peringatan Hari Kartini di UNUSIDA pun dijadikan momentum untuk meneguhkan komitmen kampus dalam memberikan ruang tumbuh yang setara bagi perempuan, baik dalam pendidikan, penelitian, maupun kepemimpinan.
“Karena semangat Kartini bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang masa depan yang kita bangun bersama, dengan ilmu, keberanian, dan kesetaraan,” tuturnya. (nis)
