Surabaya 23 September 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Alumni Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR), Mardyana Listyowati SH MSE dipercaya memimpin Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perdagangan. Posisi strategis itu ia capai berbekal nilai integritas dan konsistensi yang dijunjung tinggi sejak awal perjalanan karier.
Mandiri Sejak Remaja
Perjalanan karier Mardyana tidak dapat terlepas dari pendidikannya sejak belia. Saat orang tuanya singgah ke Semarang, ia memilih tetap tinggal di Kota Pahlawan demi mengejar pendidikan terbaik. Hidup jauh dari orang tua mengajarkannya arti kemandirian sejak dini. Meski awalnya penuh kerinduan, pengalaman itu menempanya menjadi pribadi tangguh dengan komitmen kuat terhadap pendidikan.
“Kebetulan saya diterima di SMP Negeri 1 Surabaya yang waktu itu sekolah favorit. Jadi saya agak berat mengikuti orang tua. Akhirnya saya memilih tinggal bersama budhe meskipun jadi satu-satunya anak perempuan di rumah yang dihuni tiga sepupu laki-laki,” kenangnya.
Mardyana kemudian melanjutkan studi ke Fakultas Hukum (FH) UNAIR. Awalnya, ia sempat merasakan penyangkalan dan kurang menikmati dunia hukum. Namun, di kampus inilah ia justru menemukan ruang untuk berkembang serta membangun persahabatan yang bertahan hingga puluhan tahun.
Selepas kuliah, jalan yang ia tempuh tidak mudah. Puluhan lamaran kerja ditolak dan impiannya bekerja di perbankan pun kandas. Namun, kesempatan datang ketika ia diterima di Kementerian Perdagangan. Penempatan awal di Direktorat Hubungan Perdagangan Luar Negeri menjadi pijakan pertamanya.
“Ternyata pegawai negeri tidak seperti yang saya bayangkan, sebab di Hubungan Perdagangan Luar Negeri (HPLN) saat saya masuk dulu jam kerja resmi Senin sampai Sabtu hanya sampai jam dua, tetapi saya justru selalu pulang jam lima,” imbuhnya. Baginya suatu pekerjaan adalah tanggung jawab yang harus tertuntaskan.
Integritas Antarkan ke Puncak
Dalam menjalankan tugas, Mardyana terkenal teguh pada prinsip integritas. Ia pernah menolak penyusunan aturan yang bertentangan meski berisiko berhadapan dengan atasan. Keputusannya terbukti tepat setelah aturan yang ia perjuangkan kemudian disahkan menjadi undang-undang.
Kini, sebagai Kepala BPSDM Kemendag, ia memimpin tiga pusat pengembangan SDM sekaligus membina jabatan fungsional di seluruh Indonesia. “Tugas ini memang berat karena menuntut koordinasi dengan pemerintah daerah dari Sabang sampai Merauke. Tetapi saya melihatnya sebagai amanah mulia untuk memajukan SDM Kementerian Perdagangan,” tegasnya.
Pengalaman internasional juga sempat mewarnai kiprahnya ketika ia mendapatkan kepercayaan bertugas di Lyon, Perancis, selama tiga setengah tahun. Meski harus berpisah dari keluarga, ia melihatnya sebagai konsekuensi pengabdian.
Kepada generasi muda dan alumni UNAIR, ia berpesan agar selalu menjunjung tinggi integritas serta berani menciptakan lapangan pekerjaan, meski dimulai dari hal-hal sederhana. “Tidak perlu malu dengan pekerjaan apapun, yang penting diperoleh secara halal dan kita sudah ikut berkontribusi kepada negara dengan membuka lapangan kerja,” begitu pungkasnya.(far)
