Surabaya 6 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 8 Surabaya memastikan seluruh prasarana jalan rel dan jembatan berada dalam kondisi aman dan andal. Kesiapan ini dilakukan guna menjamin keselamatan serta kelancaran perjalanan kereta api selama periode arus mudik dan balik Lebaran yang diperkirakan mengalami peningkatan volume penumpang.
Wilayah operasional Daop 8 Surabaya mencakup lintas sepanjang 578,396 kilometer spoor (Kmsp) dengan total 1.118 unit jembatan. Infrastruktur tersebut terdiri dari 211 jembatan kelas I, 161 jembatan kelas II, serta 746 jembatan kelas III yang seluruhnya menjadi fokus pemeriksaan dan pemeliharaan intensif.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Kamis (5/3/2026) mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan seluruh prasarana siap mendukung operasional kereta selama periode Lebaran.
“Pemeriksaan dan pemeliharaan kami lakukan secara intensif, baik rutin maupun preventif, pada seluruh lintas termasuk jalan rel, jembatan, dan bangunan pelengkap lainnya. Setiap komponen kami periksa secara detail mulai dari sambungan rel, bantalan, wesel, drainase hingga struktur utama jembatan agar aman dilalui kereta api,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim prasarana KAI menerapkan tiga metode perawatan utama, yakni perawatan rutin yang dilakukan secara berkala sesuai jadwal, perawatan preventif untuk mencegah potensi kerusakan, serta perawatan korektif guna memperbaiki kerusakan yang telah teridentifikasi. Pendekatan ini dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan sejak dini.
Selain inspeksi berkala, Daop 8 Surabaya juga meningkatkan frekuensi pemeriksaan jalur di luar jadwal reguler, melakukan kegiatan lokrit atau bordesrit, tilik PJL, serta inspeksi mendadak pada petugas penjaga perlintasan. Pemantauan juga dilakukan secara khusus pada sejumlah Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus), terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti musim hujan.
Untuk mendukung kesiapan Angkutan Lebaran 2026, terdapat enam lokasi Dapsus yang menjadi fokus pengawasan, terdiri dari dua titik di lintas utara dan empat titik di lintas selatan. Pada lokasi tersebut ditempatkan personel siaga serta dukungan peralatan guna memastikan kondisi jalur tetap aman.
KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan tambahan personel untuk memperkuat pengamanan operasional selama periode Lebaran. Total sebanyak 1.013 petugas disiagakan, terdiri dari 856 petugas reguler dan 157 petugas ekstra.
Petugas tambahan tersebut meliputi 40 petugas pemeriksa jalan (PPJ) ekstra, 106 petugas penjaga perlintasan (PJL) ekstra untuk mengantisipasi perlintasan sebidang tidak terjaga dengan lalu lintas kendaraan yang padat, serta 11 petugas jaga daerah (PJD) ekstra di lokasi Dapsus yang membutuhkan pengawasan tambahan.
Selain itu, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang ditempatkan secara strategis di emplasemen, dekat lokasi Dapsus, serta di kantor resor agar mudah dijangkau ketika dibutuhkan untuk penanganan cepat apabila terjadi gangguan prasarana.
Mahendro menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam setiap aspek operasional, khususnya selama masa Angkutan Lebaran. “KAI berkomitmen memastikan seluruh prasarana, peralatan, dan personel dalam kondisi siap siaga 24 jam. Dengan kesiapan infrastruktur yang andal dan dukungan sumber daya yang memadai, kami optimistis perjalanan kereta api selama Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” pungkasnya. (hjr)
