More
    BerandaUncategorizedKeamanan Pangan Ramadan Dimulai dari Bahan Aman dan Higienitas Pedagang

    Keamanan Pangan Ramadan Dimulai dari Bahan Aman dan Higienitas Pedagang

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang 5 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pengawasan keamanan takjil selama Ramadan tidak berhenti pada uji laboratorium semata. Lebih dari itu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Kabupaten Lumajang menegaskan pentingnya komitmen pedagang dalam menggunakan bahan baku yang aman serta menjaga kebersihan dalam setiap tahapan pengolahan dan penyajian makanan.

    Bersama BPOM Jember, pengawasan dilakukan untuk memastikan pangan berbuka puasa yang beredar di masyarakat benar-benar layak konsumsi. Namun, aspek preventif melalui edukasi kepada pedagang menjadi perhatian utama agar standar keamanan pangan tumbuh sebagai kesadaran, bukan sekadar kepatuhan sesaat.

    Pengelola Layanan Kesehatan DinkesP2KB Lumajang, Dewi Anggun Fara Dillah, Amd.Farm., menegaskan bahwa kualitas takjil sangat ditentukan sejak dari hulu, yakni pemilihan bahan baku. Bahan yang digunakan harus terjamin keamanannya dan memiliki izin edar resmi bagi produk kemasan.

    “Pedagang kami ingatkan agar selalu menggunakan bahan baku yang aman dan memiliki izin edar. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi soal tanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan pengawasan, Rabu (4/3/2026).

    Ia menjelaskan, bahan baku yang tidak jelas asal-usulnya berpotensi mengandung zat berbahaya atau telah melewati masa simpan. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas pangan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi konsumen.

    Selain aspek bahan, kebersihan dalam proses pengolahan dan penyajian juga menjadi sorotan. Mulai dari penggunaan air bersih, peralatan yang higienis, hingga penyimpanan makanan yang tertutup dan terlindung dari debu maupun paparan langsung lingkungan.

    Menurut Dewi, higienitas bukan hanya menyangkut tampilan, tetapi berkaitan erat dengan pencegahan kontaminasi bakteri dan zat asing yang dapat mencemari makanan. “Menjaga kebersihan adalah bentuk profesionalisme pedagang sekaligus perlindungan terhadap pembeli,” tegasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan pembinaan langsung di lapangan. Pedagang diberikan pemahaman mengenai cara penyimpanan bahan, pengolahan yang benar, hingga teknik penyajian yang aman.

    Pendekatan edukatif ini dinilai lebih efektif dalam membangun budaya pasar yang sehat. Ketika pedagang memahami alasan di balik setiap standar keamanan pangan, kepatuhan akan tumbuh secara berkelanjutan.

    Momentum Ramadan yang identik dengan meningkatnya konsumsi makanan siap saji menjadikan aspek keamanan pangan semakin krusial. Tingginya permintaan takjil harus diimbangi dengan komitmen kualitas agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan sehat.

    DinkesP2KB Lumajang memastikan pengawasan dan pembinaan akan terus dilakukan secara berkala. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat sistem perlindungan konsumen sekaligus mendorong pedagang lokal semakin profesional dan berdaya saing.

    Dengan kedisiplinan bahan baku yang aman dan praktik pengolahan yang higienis, pasar Ramadan di Lumajang diharapkan tidak hanya semarak, tetapi juga menjadi ruang ekonomi yang sehat dan bertanggung jawab. (MC Kab. Lumajang/Bob)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru