Surabaya 25 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Semangat siswa-siswi pada gelaran Airlangga Education Expo (AEE) hari kedua, Sabtu (24/1/2026), semakin membara. Mulai dari sajian informasi akademik hingga non-akademik berhasil membangkitkan jiwa pejuang dari dalam diri mereka. Antusias tersebut salah satunya tampak saat bincang interaktif membahas pentingnya pemetaan minat dan bakat yang bertajuk MBTI: Mapping your Best Talent and Interest.
Dalam kesempatan itu, hadir Rudi Cahyono MPSi Psikolog sebagai pembicara. Dosen Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (UNAIR) tersebut mengatakan bahwa pemetaan minat dan bakat merupakan strategi untuk menemukan keunikan diri yang berperan dalam menunjang kesuksesan.
“Keberhasilan itu tidak hanya ditentukan oleh sesuatu yang bisa di rangking-kan. Dalam hal ini kalau saya contohkan tadi, tidak hanya ditentukan oleh IQ, tetapi banyak faktor lainnya,” ujarnya.
Arahkan Masa Depan
Pemetaan minat dan bakat menjadi hal yang krusial bagi siswa sebelum mendaftar ke perguruan tinggi. Rudi menjelaskan bahwa minat merupakan ketertarikan individu terhadap suatu bidang atau aktivitas tertentu. Sementara itu, bakat adalah kemampuan atau potensi bawaan yang dimiliki individu.
Bakat bersifat laten potensial, lanjut Rudi, yang menuntut kesadaran pemiliknya untuk dikembangkan. Usaha dari diri sendiri dan dukungan lingkungan menjadi faktor penentu berkembangnya bakat. “Ibaratnya emas. Kalau tidak dikelola jadi apa pun hanya akan menjadi simpanan yang hanya menciptakan rasa aman,” tutur Rudi.
Keselarasan antara minat dan bakat sangat diperlukan dalam memilih program studi agar tidak mengalami kesulitan selama proses perkuliahan. Keselarasan tersebut bersifat berkelanjutan karena tidak hanya berpengaruh pada keberhasilan studi, tetapi juga turut menentukan arah dan perkembangan jenjang karier di masa depan. “Ketika seseorang tidak tahu jati dirinya apa, tidak mungkin dia tahu apa yang akan ditawarkan ke perusahaan,” tambahnya.
Pengaruh MBTI terhadap Karier
Lebih lanjut, Rudi memaparkan mengenai Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) sebagai salah satu alat untuk memahami tipe kepribadian manusia. MBTI terdiri atas empat indikator yang menggambarkan preferensi psikologis individu. Meliputi energi (Extroversion/Introversion), cara memperoleh informasi (Sensing/Intuition), pengambilan keputusan (Thinking/Feeling), dan gaya hidup (Judging/Perceiving). Jenis MBTI cenderung menentukan kecocokan individu dengan pilihan karier. “Kenali karakteristik pekerjaannya, apakah sesuai dengan karakteristik MBTI. Hal tersebut karena beberapa profesi hanya akan cocok dengan tipe MBTI tertentu. Namun, tidak menutup kemungkinan, ada profesi yang dapat ditempati oleh jenis MBTI berbeda,” pungkasnya. (naf)
