Surabaya 31 Oktober 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Alumnus Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencetak karier gemilang di ranah kementerian. Tepatnya, Wahono Yulianto, alumni Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, yang kini berkiprah sebagai Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon, Kementerian Luar (Kemlu).
Wahono telah meniti karier di Kemlu sejak tahun 2000. Selama 25 tahun, penempatan kerja Wahono sering kali berpindah-pindah, mulai dari dalam negeri hingga luar negeri. Proses adaptasi tempat kerja baru tersebut menjadi tantangan besar dalam perjalanan karier Wahono.
“Tantangan besar selama berkarir di Kemlu adalah adaptasi dengan budaya, bahasa, dan lingkungan baru ketika ditugaskan di luar negeri. Tidak hanya terhadap diri sendiri, tetapi juga kepada keluarga baik istri maupun anak-anak. Tantangan dan pengalaman hidup di negara asing terus diseimbangkan, yang secara organisasional mendapatkan pimpinan dan kolega-kolega baru di setiap penugasan,” jelasnya.
Peran UNAIR
Pengalaman akademik yang Wahono dapatkan dari UNAIR mendukungnya dalam meraih jenjang karier gemilang serta pendidikan lanjutan di Universitas Melbourne. Ia turut mengungkap bahwa ilmu akademik berperan penting dalam menyelesaikan tugas-tugas berkaitan dengan ekonomi dalam ranah pekerjaannya.
“Dalam pelaksanaan tugas khususnya ketika terkait dengan ekonomi, bagaimana pengolahan data, faktor internal dan eksternal serta isu makroekonomi dan mikroekonomi, ilmu-ilmu tersebut dapat memberikan fondasi berpikir yang memadai untuk menganalisis suatu fenomena dan pencarian solusinya,” ujarnya.
Inisiasi Berdampak
Selama berkarier di Kemlu, Wahono telah menginisiasi berbagai program yang berdampak bagi pengenalan budaya Indonesia di mancanegara. Salah satunya ialah mendirikan restoran Danau Toba di Dar es Salaam Tanzania.
“Dengan berdirinya restoran Danau Toba sangat membantu promosi masakan Indonesia di Dar es Salaam Tanzania. Beberapa bumbu didatangkan dari Indonesia dan saat kunjungan Presiden RI pada Agustus 2023, kebutuhan konsumsinya disiapkan oleh restoran Danau Toba, sehingga turut memperlancar kunjungan Presiden RI tersebut,” tuturnya.
Kontribusi lain di bidang kuliner, Wahono tunjukkan melalui upaya sensus gastrodiplomasi yang bekerja sama dengan Direktorat Diplomasi Publik. Sensus gastrodiplomasi ini bertujuan untuk mencatat daftar restoran Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. “Dari pendataan ini akan diketahui tata cara pendirian restoran, berbagai peraturan dan perundangannya, serta tantangan dan peluang yang ada. Pendataan ini juga menjadi dasar dalam mengidentifikasi potensi promosi produk UKM melalui restoran Indonesia di luar negeri, serta kebutuhan pelatihan dan penyediaan bumbu olahan sekaligus rempah dari Indonesia,” jelasnya.
Berbagai inisiasi berdampak bagi kepentingan diplomasi juga Wahono lakukan. Seperti, penyusunan peta strategi diplomasi Kemlu, program Diplomatic Tour, dan pelaksanaan Bali Democracy Forum (BDF).
Pesan untuk Mahasiswa
Wahono berharap banyak lulusan UNAIR yang memilih untuk mengembangkan potensi dirinya di Kemlu, mengingat berbagai manfaat yang lembaga itu tawarkan. “Kemlu membuka lebar kesempatan untuk pendidikan lanjutan di luar negeri yang sekaligus berkontribusi pada pelaksanaan diplomasi di tingkat bilateral, regional, dan multilateral,” ucapnya.
Pola aktivitas kerja di Kemlu mendorong eksplorasi dalam berbagai hal, sehingga sangat sesuai untuk individu yang menyukai tantangan. “Kadang memang diminta untuk keluar dari zona nyaman, baik itu dalam upaya perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI), mencari celah pasar, mempromosikan budaya Indonesia, memperjuangkan interest Indonesia dengan negara mitra, serta di berbagai kesempatan lainnya. Namun, hal ini akan sangat ditunggu, ketika memang ditujukan untuk meningkatkan nama Indonesia di pentas dunia,” tutupnya. (isa)
