Surabaya 11 September 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Seorang lansia di Desa Jlodro, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, hidup dalam keterbatasan sambil merawat anak dengan retardasi mental dan dua cucu kembar. Kasus ini mendapat perhatian Jatim Social Care (JSC) Tim Respon Kasus Dinas Sosial (Dinsos) Jatim) yang langsung melakukan penjangkauan, Selasa (9/9/2025).
Lansia tersebut yakni Mari (68), warga Desa Jlodro itu sehari-hari tinggal di rumah tidak layak huni bersama anak perempuannya, Suprat (38), yang mengalami retardasi mental, serta dua cucu kembar berusia lima tahun.
Menurut keterangan keluarga, Suprat pernah mengalami tiga kali pelecehan seksual hingga melahirkan. Salah satu anak yang dilahirkan meninggal dunia, sementara dari pelecehan terakhir ia memiliki anak kembar yang kini dirawat bersama neneknya. Kondisi Suprat semakin memburuk setelah pelaku pelecehan meninggal dunia, karena dianggap sebagai suaminya.
Suprat pernah menjalani perawatan di RSJ Menur, namun menurut Mari tidak ada perubahan signifikan karena pengobatan tidak rutin. Upaya perawatan di UPT Rehabilitasi Mental milik Pemprov Jatim sempat ditawarkan, namun Mari menolak karena ingin tetap merawat anak dan cucunya.
Sejauh ini, bantuan pemerintah yang sudah diterima keluarga Mari meliputi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejak 2018, BPJS, bansos APBD Kabupaten Tuban, hingga dua ekor kambing. Selain itu, si kembar juga sudah memiliki akta kelahiran dan KIA. Meski begitu, kondisi keluarga ini masih memerlukan bantuan mendesak berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Asistensi Sosial Penyandang Disabiltas (ASPD), dan rehabilitasi rumah.
“Kami sudah melakukan penjangkauan langsung ke rumah Ibu Mari untuk memastikan kondisi keluarga. JSC Tim Respon Kasus akan terus mendampingi, termasuk mengupayakan agar mendapat PKH, ASPD, dan pengajuan rehabilitasi rumah,” jelas JSC Tim Respon Kasus Nursoleh.
Menurutnya, prinsip JSC Tim Respon Kasus adalah memastikan hak-hak dasar, perlindungan, dan layanan bagi warga miskin, disabilitas, serta anak-anak tetap terpenuhi.(nur)
