More
    BerandaUncategorizedMahasiswa FEB UNAIR Raih Juara 1 National Mini Case Competition 2026

    Mahasiswa FEB UNAIR Raih Juara 1 National Mini Case Competition 2026

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 8 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Tim “Anak Papi J” dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih juara 1 dalam National Mini Case Competition dengan tema Sustainable Business Strategy for Emerging Talents. Kompetisi dengan case collaborator Pertamina dan PLN tersebut diselenggarakan oleh Dream Career Indonesia, komunitas pengembangan keterampilan dan persiapan karier,  pada Minggu (29/3/2026).

    Tim yang terdiri dari Jessica Angel Pramudinata, Irvan Betrando Banjarnahor, Domenico Nathan Karsanto berhasil menaklukkan ratusan peserta yang berasal dari seluruh Indonesia. Angel selaku perwakilan dari tim mengungkapkan bahwa seluruh anggota tim merasa bersyukur dapat memperoleh prestasi yang membanggakan itu

    “Saya dan tim sebelumnya belum pernah mengikuti kompetisi seperti ini, sehingga kami datang dengan niat ingin mencoba tanpa memikirkan. Ketika nama tim kami disebut sebagai pemenang, itu menjadi momen yang luar biasa dan tidak terlupakan,” ungkapnya.

    Riset Mandiri untuk Solusi Berbasis ESG

    Studi kasus kompetisi berfokus pada penerapan ESG (environmental, social, governance) dengan skenario perusahaan energi yang menghadapi denda pajak akibat emisi karbon yang tidak memenuhi regulasi pemerintah, serta pemborosan biaya operasional akibat mesin pembangkit listrik yang tidak efisien. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim menghadirkan solusi retrofit cooling system guna meningkatkan efisiensi mesin dan menekan biaya produksi.

    Tim juga mengusulkan teknologi waterless Carbon Capture and Storage (CCS) untuk membantu perusahaan memenuhi regulasi emisi. Selain itu, skema carbon credit certification diusulkan sebagai peluang kerja sama global sehingga perusahaan memperoleh pendapatan tambahan sekaligus berkontribusi pada target zero emission.

    Nathan mengungkapkan solusi untuk studi kasus kompetisi tersebut merupakan hasil riset intensif tim selama tiga hari tanpa pendampingan dari pihak luar. “Studi kasus cenderung mengarah ke bidang teknik, sedangkan kita bertiga berasal dari latar belakang manajemen. Maka dari itu kami melakukan riset mendalam secara mandiri dan berkomitmen menemukan solusi terbaik,” jelasnya.

    Tidak ada keberhasilan yang diraih dengan mudah, hal ini juga dirasakan oleh tim beranggotakan tiga orang itu. Sederet kesulitan dihadapi selama kompetisi di antaranya perbedaan pendapat, penyesuaian jadwal antaranggota, hingga menyusun solusi yang realistis meskipun belum memiliki latar belakang teknik.

    “Banyak kesulitan yang dihadapi selama proses kompetisi. Namun kita dapat mengatasinya dengan memperbaiki cara komunikasi satu sama lain, tetap berusaha untuk belajar mencari solusi bersama, serta percaya dengan kemampuan diri,” ucap Angel.

    Pesan Tim untuk Mahasiswa Lain

    Tim “Anak Papi J” juga berpesan kepada mahasiswa lain agar berani mencoba hal baru di luar bidang studinya. Mereka menekankan bahwa proses belajar, kerja sama, dan komunikasi anggota dalam sebuah tim menjadi kunci penting dalam meraih kemenangan.

    “Meraih target yang besar harus dimulai dengan langkah kecil, jadi jangan pernah ragu untuk mulai meskipun belum pernah mencoba,”  ujar Nathan.

    Angel juga menambahkan bahwa mahasiswa perlu berani mengambil peluang yang diiringi persiapan matang agar dapat memberikan kontribusi terbaik selama kompetisi.(far)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru