More
    BerandaPendidikanMahasiswa Vokasi UNAIR Torehkan Prestasi Global, Tiga Inovasi Raih Lima Penghargaan Internasional

    Mahasiswa Vokasi UNAIR Torehkan Prestasi Global, Tiga Inovasi Raih Lima Penghargaan Internasional

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 26 Februari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Mahasiswa Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan penghargaan di kancah internasional. Melalui ajang 2nd International Student Summit (2nd ISS) 2026 yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan INSAN (International Student Association), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), dan World Association of Young Scientists (WAYS) pada 14-15 Februari 2026. Mereka berhasil menyumbangkan tiga ide berbasis riset yang berorientasi pada solusi global lintas bidang.

    Mohammad Pradana Setyawan dan Samuel yang merupakan Mahasiswa Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR). Dalam kompetisi tersebut, mereka mengirimkan karya di bidang Law and Economics, Tourism and Culture, serta Environment. Setiap karya dirancang dengan berlandaskan pada prinsip Sustainable Development Goals (SDGs). 

    “Alhamdulillah, dari kompetisi ini kami berhasil membawa pulang ke UNAIR 2 Silver Medal, 1 Bronze Medal, Juara 3 presentasi poster terbaik, dan juga kami mendapatkan Grand Champion,” jelas Samuel.

    Pada bidang Law and Economics, Samuel menjelaskan bahwa karya yang berjudul “PIL: Economic Incentive-Based Environmental Policy Instrument for Sustainable Hospital Laundry Management” berangkat dari kekhawatirannya terhadap dampak lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas laundry dan rumah sakit. 

    “Melalui pendekatan berbasis instrumen kebijakan ekonomi dan hukum, PIL menawarkan inovasi deterjen medis yang mendorong efisiensi energi, pengurangan limbah, serta model kepatuhan berbasis insentif,” ujar Samuel.

    Sementara itu, pada bidang Tourism and Culture, mereka menghadirkan “SMART MARINE TOUR: An English-Based Interactive Media for Surabaya Coastal Tourism to Minimize Poverty.” Pradana menjelaskan bahwa ide ini dilatar belakangi oleh menurunnya kondisi ekonomi masyarakat pesisir Surabaya pasca pandemi. Hal tersebut dikarenakan minimnya promosi digital dan literasi teknologi yang menyebabkan potensi wisata pesisir belum dikenal secara optimal.

    “Melalui media promosi interaktif berbasis digital dan storytelling berbahasa Inggris, inovasi ini bertujuan meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, selaras dengan SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi,” tambah Pradana.

    Lebih lanjut, Pradana menjelaskan pada bidang Environment, mereka mengembangkan “ECOMPACT: A Community-Based Sustainable Empowerment Application and Social Enterprise Initiative to Increase Public Awareness in Realizing Zero Emissions in the Era of Society 5.0.” 

    “Ide Environment ini kami hadirkan sebagai respons atas meningkatnya limbah dan pola produksi yang tidak berkelanjutan. Inovasi ECOMPACT menawarkan solusi berbasis pemberdayaan masyarakat dan teknologi untuk mendorong kesadaran publik dalam mewujudkan zero emissions,” tegas Pradana.

    Sebagai penutup, pradana menjelaskan tantangan terbesarnya datang dari keterbatasan waktu yang mengharuskan mereka bisa menyampaikan keseluruhan ide. Melalui kompetisi ini, mereka membuktikan bahwa mahasiswa vokasi mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya aplikatif, tetapi juga memiliki dimensi kebijakan dan dampak sistemik.

    “Kompetisi internasional bukan semata tentang kemenangan, tetapi tentang keberanian membawa gagasan ke forum global. Inovasi yang berdampak, menurut mereka, selalu lahir dari kepedulian terhadap masalah nyata di sekitar serta komitmen untuk mengolahnya menjadi solusi berbasis riset dan kreativitas,” pungkas Samuel.(far)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru