More
    BerandaUncategorizedMasuk Titik Ke-7, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Total Rp 16,616 Miliar untuk...

    Masuk Titik Ke-7, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Total Rp 16,616 Miliar untuk Bansos, Zakat Produktif dan Bantuan PMD di Kediri Raya: Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Pemberdayaan Desa

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Kediri 3 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terus memperkuat komitmennya dalam melindungi masyarakat rentan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi, baik yang berbasis individu maupun desa. Melalui rangkaian Sapa Bantuan Sosial (Bansos) yang digelar di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Kabupaten Kediri, Minggu (23/2/2026), berbagai program sosial dan pemberdayaan diserahkan langsung senilai Rp 16,616 miliar untuk wilayah Kediri Raya.

    Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bantuan yang disalurkan diantaranya ada bantalan sosial yang bersifat charity untuk kategori kelompok rentan, ada juga bantalan ekonomi yang sifatnya pemberdayaan ekonomi. “Penguatan jaring pengaman sosial harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan agar masyarakat tidak hanya terbantu, tetapi juga berdaya dan mandiri,” ungkapnya.

    Di Kabupaten Kediri, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 15,061 miliar. Program tersebut meliputi bansos, zakat produktif, hingga Bantuan Keuangan (BK) Desa. Para penerima manfaat juga mendapatkan paket sembako guna membantu pemenuhan kebutuhan pokok.

    Dari total anggaran itu, sebesar Rp 5,577 miliar bersumber dari program bansos Dinas Sosial (Dinsos) Jatim yang difokuskan pada perlindungan dan pemberdayaan masyarakat rentan. Komponen terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp 3,996 miliar yang diberikan kepada 1.988 lansia dalam keluarga penerima PKH Reguler, masing-masing Rp 2 juta per tahun. Selain itu, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp 604,8 juta disalurkan kepada 168 penerima manfaat dengan nominal Rp 3,6 juta per orang per tahun yang dicairkan tiap triwulan.

    Menekankan pentingnya penguatan ekonomi keluarga, Gubernur Khofifah menyampaikan bantuan modal usaha harus menjadi penggerak produktivitas. “Program kewirausahaan yang digulirkan diharapkan mampu menjadi stimulus agar pelaku usaha kecil berkembang lebih kuat dan berkelanjutan.” jelasnya.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Kewirausahaan Inklusif Produktif Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (KIP PPKS) Jawa Timur Sejahtera (Jawara) sebesar Rp 351 juta kepada 117 penerima manfaat, serta KIP Perempuan Tangguh Mandiri (Putri) Jawara sebesar Rp 300 juta untuk 100 penerima manfaat. Masing-masing memperoleh Rp 3 juta sebagai tambahan modal usaha yang telah berjalan.

    Perhatian juga diberikan kepada para pilar sosial. Sebanyak 170 orang yang terdiri atas SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Tagana menerima Bantuan Operasional (BOP) atau tali asih dengan total Rp 325,6 juta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

    Melalui BUMD Jawa Timur, zakat produktif turut disalurkan kepada 50 pelaku usaha mikro dengan total Rp 25 juta. Masing-masing menerima Rp 500 ribu sebagai tambahan modal usaha.

    Di sektor pemberdayaan desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim menyalurkan bantuan keuangan khusus sebesar Rp 200 juta untuk Program Desa Berdaya di dua desa, Program Jatim Puspa senilai Rp 403 juta untuk dua desa, BKK Kabupaten senilai Rp 25 juta dan BK Desa senilai Rp 2,4 miliar untuk 10 desa.

    Dukungan melalui BK Desa turut diberikan oleh sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas PUPRKCK Rp 430 juta untuk dua desa, Dinas Lingkungan Hidup Rp 105 juta untuk dua desa, Dinas Perhubungan Rp 262,8 juta untuk satu desa, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Rp 725 juta untuk empat desa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rp 150 juta untuk satu desa, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rp 4,1 miliar bagi 19 desa serta  Dinas Perkebunan Rp 620 juta untuk 3 desa.

    Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyalurkan bantuan untuk masyarakat Kota Kediri dengan total nilai Rp 1,554 miliar. Bantuan tersebut meliputi bansos dari Dinsos Jatim dan zakat produktif dari BUMD Jatim.

    Khusus bansos, nilai yang disalurkan mencapai Rp 1,529 miliar. Rinciannya meliputi PKH Plus sebesar Rp 970 juta untuk 485 lansia, Bansos Kemiskinan Ekstrem Rp 187,5 juta bagi 125 penerima manfaat, serta ASPD Rp 198 juta yang diberikan kepada 55 penerima manfaat. Selain itu, bantuan pemberdayaan ekonomi melalui program KIP PPKS Jawara sebesar Rp 72 juta disalurkan kepada 24 penerima manfaat, dan BOP tali asih sebesar Rp 102,4 juta diberikan kepada 48 anggota pilar sosial. Sementara itu, zakat produktif dari BUMD Jatim kembali disalurkan kepada 50 penerima manfaat senilai Rp 25 juta.

    “Sinergi antara perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi merupakan pondasi penting dalam membangun ketahanan masyarakat. Untuk itu kami harapkan seluruh bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Gubernur Khofifah.(qal)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru