Surabaya 18 Desember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Bagi seorang mahasiswa, mengikuti program pengabdian masyarakat adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga. Melalui pengabdian masyarakat, mereka berkesempatan untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari, untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Tidak hanya itu, terjun langsung dan mengabdi untuk masyarakat juga akan membantu mereka untuk lebih peka terhadap permasalahan dan dinamika sosial. Hal ini penting bagi mereka sebelum memasuki dunia profesional selepas lulus nanti.
Tiga mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) UNAIR berkesempatan untuk ambil andil pulihkan daerah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Mereka adalah Ardhiansyah Farhan Hernanda (Farhan), Afrizal Hasbillah Akbar (Afrizal), dan Reza Arifin Sori Harahap (Reza).
Pulihkan Akses Listrik dan Komunikasi
Afrizal dalam keterangannya menuturkan bahwa ia bersama rekan-rekannya membantu masyarakat terdampak bencana agar dapat kembali memperoleh akses listrik dan jaringan komunikasi melalui pemasangan solar panel dan Starlink. Tidak sendiri, mereka juga didampingi oleh para dosen, antara lain Yoga Uta Nugraha ST MT dan Rizki Putra Prastio SSi MT.
“Kami di sini (Kecamatan Malalak, red) membantu memasang solar panel untuk masyarakat Malalak. Selain itu, kami juga membantu pemasangan tiga buah Starlink untuk mengembalikan aksesibilitas internet di sini,” ujar mahasiswa angkatan 2023 itu. Keikutsertaannya, kata Afrizal, bermula dari ajakan dosen. Tanpa berpikir panjang, ia dan kedua rekannya langsung menyanggupi ajakan tersebut.
Medan Terjal Tak Jadi Halangan
Meski telah berhasil dipasang dan diakses masyarakat, tetapi bukan berarti upaya instalasi Starlink dan solar panel tersebut berjalan tanpa hambatan. Reza bercerita, medan yang terjal juga curam menjadi tantangan tersendiri bagi ia dan tim. Terlebih, mereka harus membawa peralatan dalam jumlah yang tidak sedikit.
“Untuk mobilisasi perangkat, kami harus menaiki truk menyeberangi sungai. Karena truk kami muatannya cukup banyak, jadinya sempat terjebak di jembatan darurat yang ada di sungai tersebut, bannya sempat tertahan oleh bebatuan,” tutur Reza. Kendati demikian, situasi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Malalak.
Mengikuti pengabdian masyarakat bukanlah kali pertama bagi ketiga mahasiswa tersebut. Sebelumnya, mereka pernah mengikuti pengabdian masyarakat serupa di Madiun hingga Madura. Namun, berhadapan langsung dengan situasi bencana menjadi hal baru bagi mereka.
Farhan misalnya, ia sempat mengira pengabdian masyarakat di Pulau Sumatra ini tidak akan jauh berbeda dengan yang telah ia lakukan sebelum-sebelumnya. “Sebelumnya kami juga menganggap pengabdian masyarakat di Sumatra ini seperti pengabdian masyarakat pada umumnya, hanya beberapa hari saja. Namun ternyata setelah kami lakukan, ternyata tidak semudah itu,” ceritanya.
Siap dari Segala Sisi
Bukan hanya persoalan waktu, Farhan juga menambahkan bahwa untuk menuntaskan misi kemanusiaan tersebut, mereka harus siap dari segala sisi. Baik secara fisik, mental, juga moral. “Tenaga kita di sini sangat dibutuhkan masyarakat. Tapi tidak hanya tenaga dan pikiran saja. Dalam membantu warga terdampak, kami di sini juga membawa motto UNAIR excellence with morality,” imbuhnya. Upaya mahasiswa FTMM yang tergabung dalam Tim Tanggap Darurat Bencana UNAIR itu selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama SDG 7 yang menekankan penyediaan energi bersih dan terjangkau, serta SDG yang mendorong penguatan infrastruktur dan inovasi teknologi. Dengan aksi-aksi tersebut, mahasiswa FTMM telah menunjukkan peran serta dampaknya dalam memastikan masyarakat kembali terhubung dan menjangkau berbagai informasi seperti sedia kala. (naf)
