More
    BerandaUncategorizedMembanggakan! Mahasiswa FIB UNAIR Juara 1 Esai Bahasa Jepang Tingkat Nasional

    Membanggakan! Mahasiswa FIB UNAIR Juara 1 Esai Bahasa Jepang Tingkat Nasional

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 10 September 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Rifqi Namiroh Ash Sholihah sukses mengukuhkan dirinya sebagai Juara 1 Menulis dan Presentasi Esai Bahasa Jepang Tingkat Nasional 2025.

    Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang (ASPBJI) Bali-Nusa Tenggara yang berlangsung dari Selasa (1/4/2025) hingga Senin (7/7/2025). Baginya, prestasi ini tak hanya menjadi pencapaian personal semata, tetapi juga turut membawa nama besar UNAIR sebagai kampus yang unggul dalam bidang ilmu bahasa asing.

    “Arti penghargaan ini sebagai salah satu dari yang saya pelajari tentang bahasa Jepang. Sebagai perwakilan dari UNAIR, alhamdulillah bisa mengenalkan bahwa UNAIR ternyata juga bisa unggul dalam bidang bahasa Jepang,” ujar Rifqi dengan rasa bangga.

    Topik Lintas Budaya

    Partisipasi Rifqi dalam kompetisi ini berawal dari informasi yang terdapat pada grup kelas. Meskipun dengan waktu yang sangat singkat, sekitar tiga hari sebelum batas akhir pengumpulan, tekadnya untuk menjadi yang terbaik tak pernah padam. Ia tertarik dengan tema berupa pemahaman lintas budaya antara Indonesia dan Jepang.

    “Komting menawarkan di grup kelas, lalu saya tertarik untuk mendaftarkan diri. Saya baru mendapat info lomba ini tiga hari sebelum pengumpulan, untuk menyelesaikan esai yang terdiri dari maksimal 5000 huruf Jepang sedikit terburu-buru,” sebutnya.

    Ia memilih perspektif unik dan dekat dengan pengalaman sehari-hari, yaitu membandingkan lingkungan bagi pejalan kaki di Bali dan Jepang. Berbekal judul Pemahaman Lintas Budaya Jepang dan Indonesia dari Sudut Pandang Lingkungan Pejalan Kak, ia mengangkat perbedaan kontras antara kedua negara. “Saya merasa lingkungan Bali, pejalan kaki Indonesia dan Jepang sangat berbeda,” jelasnya.

    Kesan Mendalam

    Menurutnya, kesuksesan yang ia raih tak terlepas dari peran serta dosen pembimbing yang sangat membantu. Selain tantangan menulis, ia juga harus mempersiapkan presentasi dalam bahasa Jepang. “Karena presentasinya full menggunakan bahasa Jepang, saya melatih kelancaran berbicara menggunakan bahasa Jepang supaya ketika lancar presentasi,” tuturnya.

    Pengalamannya mengikuti kompetisi ini memberikan kesan mendalam bagi Rifqi. Ia berkesempatan berjejaring dengan mahasiswa dari berbagai daerah. Pengalaman ini semakin memacu semangatnya untuk terus mengasah kemampuan di masa depan. “Saya sangat berkesan karena bertemu dengan mahasiswa dari berbagai daerah. Hingga saat ini saya masih berkontakan dengan mereka. Jika ada kompetisi lain dan kemungkinan saya bisa mendaftar, sebisa mungkin saya ingin mengikutinya,” pungkasnya.(far)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru