More
    BerandaPendidikanMenuju Ekonomi Biru Indonesia, Mahasiswa FPK UNAIR Perkuat Kolaborasi Global

    Menuju Ekonomi Biru Indonesia, Mahasiswa FPK UNAIR Perkuat Kolaborasi Global

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 24 September 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Enam Mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) memperluas wawasan global melalui Internship International Program (IIP) di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) selama 2 pekan. Program yang rampung pada Ahad (14/9/2025) diikuti oleh Tirsa Ruthdita Puspita Sari, Lintang Fitrasasi Maharani, dan Mercia Meixi (tim pertama), serta M. Arka Samsul Dzaky, Ahmad Hasrum, dan Edo Rizky Pratama Rajagukguk sebagai tim kedua. 

    Kesempatan Kolaborasi Lintas Universitas 

    Dalam IIP, peserta berfokus pada satu judul besar, yakni Bakteri Laut serta Mikroalga dan DNA ikan. “IIP di UKM ini benar-benar menjadi kesempatan dalam menambah pengalaman dan ilmu baru yang belum pernah didapat sebelumnya,” ungkap Tirsa. 

    Selama persiapan, UKM telah menyediakan bekal materi tentatif untuk mendorong kesiapan mahasiswa selama IIP. “Persiapan dan persyaratan IIP cukup simpel, dari pihak UKM menyediakan materi tentatif dan kebetulan pada tahun ini kuota peserta cukup longgar sehingga tidak melalui tahap seleksi,” ujar Tirsa.

    Kegiatan peserta berkutat pada laboratorium dan Praktikum Lapang. “Kami berkesempatan praktik laboratorium secara intensif dengan sarana yang lebih canggih, setiap individu melakukan hands-on,” tutur Tirsa. Praktikum Lapang mencakup eksplorasi biota laut yang didampingi oleh dosen dan peneliti. 

    Dalam prosesnya, peserta menjumpai beberapa tantangan. “Kami dibiasakan untuk menggunakan transportasi umum, sehingga disiplin, profesionalitas dan manajemen waktu yang baik sangat dibutuhkan,” papar Lintang. Tantangan lain berupa keterbatasan bahasa. Menurutnya, beberapa orang yang mereka temui kurang menguasai bahasa Inggris dan hanya menguasai bahasa melayu, tapi hal itu bisa diatasi dengan komunikasi non-verbal,” ujar Lintang. 

    Momen Tak Terlupakan  

    Momen paling berkesan bagi peserta adalah Intertidal Nightwalk. “Intertidal nightwalk, eksplorasi biota laut pada saat malam hari hanya bermodalkan senter menjadi pengalaman tak terlupakan,” ungkap Lintang. 

    Selain pengalaman akademik, peserta menemukan beberapa perbedaan budaya. “Berbeda dengan Indonesia, Malaysia tidak memiliki kuliner khas daerah masing-masing. Bahkan, apapun menu makanannya tetap disebut makan meskipun hanya berupa sate atau nugget tanpa nasi,” ujar Ahmad. Perbedaan lain tampak pada kebiasaan lalu lintas, yang mana klakson hanya digunakan saat kondisi benar-benar kacau. 

    Mereka berharap dapat melanjutkan studi magister di UKM. Mereka berpesan kepada mahasiswa lain untuk tidak ragu dalam mencoba pengalaman serupa. “Jangan stuck di zona nyaman, kembangkan diri melalui eksplorasi hal baru. Capeknya akan terbayar, bahkan hasilnya lebih dari yang dibayangkan. Gali informasi dari alumni, dan jangan pernah takut untuk menulis ceritamu sendiri,” pungkas Ahmad. (far)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru