Surabaya 30 September 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Tahun ini, Kabupaten Jember mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur 2025, Jember langsung membuat gebrakan besar—membuktikan diri mampu menyajikan perhelatan yang tak hanya meriah, tetapi juga memukau dan inovatif. Banyak yang menyebut gelaran ini bahkan melampaui standar nasional.
Salah satu sosok kunci di balik kemegahan tersebut adalah Saad, sang Creative Director. Lewat tangannya, MTQ Jatim disulap menjadi sebuah pertunjukan megah yang menyatukan nilai-nilai spiritual, budaya lokal, dan teknologi modern dalam harmoni yang tak biasa.
Sejak pembukaan, penonton disambut dengan penampilan Tari Kolosal “Taksu Ilahi”, yang melibatkan ratusan pelajar dan seniman lokal. Tarian ini menggambarkan kekayaan alam dan budaya Jember sebagai bentuk ungkapan syukur yang penuh semangat dan energi. Nuansa religius dan lokal berpadu apik, ditutup dengan lantunan Kejung Syi’iran yang menghadirkan suasana haru sekaligus damai.

Tak hanya di darat, kemegahan juga mengudara. Pertunjukan drone show menerangi langit Jember dengan formasi spektakuler—membentuk lafaz “Allah”, “Muhammad”, bulan sabit, hingga siluet orang salat. Puncaknya, cahaya-cahaya itu menyusun tulisan yang sederhana tapi penuh makna: “Ojok Lali Moco Sholawat”. Sebuah pesan yang menyentuh, membumi, dan sekaligus menyala dalam hati setiap yang menyaksikan.
Atmosfer kian meriah dengan kehadiran bintang-bintang nasional. Opick membuka acara dengan lagu-lagu religi yang menyentuh kalbu, sementara Fadhilah Intan menutup rangkaian acara dengan suara merdu yang menghangatkan suasana dan membangun rasa kebersamaan.

Kemeriahan dan kesuksesan MTQ XXXI ini juga mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Adhi Karyono, Ketua LPTQ Jatim sekaligus Sekdaprov Jatim, menyebut bahwa penyelenggaraan MTQ di Jember menjadi yang terbaik sepanjang sejarah, bahkan melampaui standar MTQ nasional.
Apa yang dilakukan Jember tahun ini adalah bukti bahwa dengan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, panitia, seniman lokal, dan insan kreatif, sebuah ajang keagamaan bisa tampil megah sekaligus bermakna. MTQ bukan lagi hanya tentang lomba baca Al-Qur’an, tapi juga tentang cara merayakan nilai-nilai suci dalam bentuk yang indah dan relevan dengan zaman.
Dengan pendekatan kreatif ala Saad, MTQ XXXI Jatim 2025 menorehkan standar baru: sebuah gelaran yang damai, modern, religius, dan menyentuh hati. Menjadi rujukan masa depan dalam penyelenggaraan MTQ, bukan hanya di tingkat provinsi, tapi juga nasional. (riz)
