Surabaya 17 Oktober 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, melakukan kunjungan reses ke SDN Kandangan III Surabaya pada Jumat, (19/10/2025), merespons keluhan warga terkait pencemaran udara akibat aktivitas industri di sekitar sekolah.
Keluhan tersebut datang dari warga Wisma Tengger yang melaporkan bau kimia menyengat dan asap pekat dari pabrik peleburan logam dan emas milik PT Suka Jadi Logam (SJL). Ironisnya, pabrik tersebut hanya berjarak sekitar satu meter dari lingkungan sekolah.
Reni, yang membidangi isu pendidikan, menyoroti dampak langsung kondisi ini terhadap anak-anak. Ia mempertanyakan bagaimana siswa bisa belajar dengan baik di tengah ancaman pencemaran udara.
“Kita ingin anak-anak belajar di lingkungan yang sehat, baik di rumah maupun di sekolah,” ujarnya.
Politisi Fraksi PKS ini juga menekankan perlunya keberpihakan pemerintah terhadap suara masyarakat. Ia mengapresiasi langkah-langkah awal yang telah diambil oleh Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim, dan DPRD, namun menegaskan bahwa implementasi nyata dari kesepakatan yang ada sangat dinantikan warga.
“Tinggal bagaimana komitmen itu dijalankan sesuai kewenangan masing-masing. Warga menunggu tindakan nyata,” tegas Reni.
Ia mendesak agar pemerintah daerah bersikap tegas terhadap pelanggaran lingkungan dan tata ruang. Jika persoalan izin menjadi ranah pemerintah pusat, Reni siap mendorong pengawasan melalui jalur Komisi terkait di DPR RI.
“Transparansi adalah kunci. Pemerintah dan pelaku usaha harus terbuka kepada publik,” ujarnya.
Reni juga menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menangani masalah ini. “Ayo kita jaga anak-anak, jangan biarkan mereka tumbuh di lingkungan yang membahayakan. Saya percaya pada Pemkot, tapi ini soal komitmen, konsistensi, dan keterbukaan,” tutupnya. (jay)
