Lumajang 8 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Bupati Lumajang Indah Amperawati melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Takhassus di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Dalem Utara–Dalem Timur, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Jumat (6/3/2026) sore.
Pembangunan fasilitas pendidikan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan santri sekaligus menyiapkan generasi Qurani di Kabupaten Lumajang.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar pondok pesantren yang selama ini berperan aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis pesantren.
Menurutnya, pembangunan asrama takhassus tidak sekadar menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menyiapkan generasi yang memiliki kekuatan moral, spiritual, dan intelektual.
“Hari ini kita tidak hanya sekadar meletakkan batu, semen, dan pasir. Lebih dari itu, peletakan batu pertama Asrama Takhassus ini merupakan simbol peletakan pondasi masa depan generasi Qurani di Kabupaten Lumajang,” ujarnya.
Ia menilai bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, pesantren tetap memiliki peran penting sebagai pusat pembentukan karakter sekaligus ruang pengembangan ilmu pengetahuan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin. Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi, pesantren tetap teguh menjadi garda terdepan dalam pembentukan moral serta pusat ilmu pengetahuan yang terus berinovasi,” katanya.
Bunda Indah juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas generasi muda di Lumajang.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin, Muhammad Darwis, menjelaskan bahwa pembangunan Asrama Takhassus merupakan program pengembangan pendidikan yang disiapkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan santri.
Asrama tersebut dirancang mampu menampung sekitar 600 santri dengan fasilitas yang lebih nyaman. Setiap kamar akan ditempati sekitar 10 santri dengan ruang yang lebih luas, dilengkapi tempat tidur serta kamar mandi di dalam kamar.
“Setiap kamar akan diisi sekitar 10 santri dengan ukuran ruangan yang besar serta menggunakan tempat tidur. Fasilitasnya juga dilengkapi kamar mandi di dalam,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, pihak pesantren juga menyiapkan sejumlah program pendidikan unggulan bagi santri yang akan menempati asrama tersebut. Program tersebut di antaranya akselerasi tahfidz Al-Qur’an, penguatan kemampuan bahasa asing seperti bahasa Arab dan Inggris, serta pembinaan bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Saat ini jumlah santri di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin mencapai sekitar 2.000 orang, sementara asrama yang telah tersedia di kawasan utara dan timur menampung sekitar 600 santri.
Dengan hadirnya Asrama Takhassus tersebut, pesantren berharap dapat menghadirkan sistem pembinaan yang lebih terarah bagi santri yang ingin memperdalam hafalan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kemampuan akademik dan bahasa asing sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan pesantren, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak generasi yang berkarakter, berpengetahuan, serta mampu memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah. (MC Kab. Lumajang)
