Madiun 13 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat melalui program Sapa Bantuan Sosial (Bansos) Amaliah Ramadan. Kegiatan yang digelar di Pendopo Kota Madiun, Kamis (12/3/2026), menjadi momentum penyaluran berbagai bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di wilayah Madiun Raya dengan total nilai Rp17,499 miliar.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perlindungan sosial sekaligus dukungan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial serta menghadirkan program-program pemberdayaan bagi masyarakat.
“Melalui Sapa Bansos Amaliah Ramadan ini kami ingin memastikan jaring pengaman sosial tetap hadir bagi masyarakat yang membutuhkan. Di sisi lain, program pemberdayaan ekonomi juga terus kami dorong agar masyarakat dapat semakin mandiri dan sejahtera,” ujar Khofifah.
Di Kabupaten Madiun, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp16,020 miliar. Bantuan tersebut meliputi berbagai program bantuan sosial, zakat produktif, Bantuan Keuangan (BK) Desa, serta penyaluran paket sembako bagi masyarakat guna membantu memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan.
Sebagian besar bantuan berasal dari program bantuan sosial Dinas Sosial Jawa Timur dengan total nilai Rp6,457 miliar yang difokuskan pada perlindungan dan pemberdayaan kelompok rentan.
Komponen terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp4,224 miliar yang diberikan kepada 2.112 lansia dalam keluarga penerima PKH reguler, dengan nilai bantuan Rp2 juta per tahun.
Selain itu, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp698,4 juta diberikan kepada 194 penerima manfaat, dengan bantuan Rp3,6 juta per orang per tahun yang dicairkan setiap triwulan.
Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan untuk masyarakat kategori miskin ekstrem kepada 556 penerima manfaat dengan total Rp834 juta, masing-masing menerima Rp1,5 juta.
Sementara itu, bantuan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) berupa BLT bagi buruh pabrik rokok disalurkan sebesar Rp214 juta kepada 214 penerima manfaat.
Bantuan permakanan juga diberikan kepada 32 penghuni Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) lanjut usia dan penyandang disabilitas dengan total nilai Rp146,4 juta.
Dalam upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi, Pemprov Jatim melalui program Kewirausahaan Inklusif Produktif Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (KIP PPKS) Jawa Timur Sejahtera (Jawara) menyalurkan bantuan Rp36 juta kepada 12 penerima manfaat, masing-masing memperoleh tambahan modal usaha sebesar Rp3 juta.
Selain masyarakat penerima manfaat, perhatian juga diberikan kepada para pilar sosial yang berperan aktif dalam pelayanan kesejahteraan sosial. Sebanyak 141 orang, terdiri dari SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana), menerima Bantuan Operasional (BOP) atau tali asih dengan total Rp304,4 juta.
Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur, juga disalurkan zakat produktif kepada 50 pelaku usaha mikro dengan total bantuan Rp25 juta, masing-masing menerima Rp500 ribu sebagai tambahan modal usaha.
Di sektor pemberdayaan desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim menyalurkan Bantuan Keuangan khusus untuk berbagai program desa, di antaranya Program Desa Berdaya sebesar Rp200 juta untuk dua desa serta Program Jatim Puspa sebesar Rp403 juta untuk dua desa.
Selain itu, dukungan pembangunan desa juga diberikan oleh sejumlah perangkat daerah melalui Bantuan Keuangan Desa, antara lain dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebesar Rp300 juta, Dinas PUPRCK sebesar Rp4,765 miliar untuk 20 desa, Dinas PU Bina Marga sebesar Rp1,2 miliar untuk dua desa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rp1 miliar untuk dua desa, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebesar Rp1,2 miliar untuk lima desa.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan sosial bagi masyarakat Kota Madiun dengan total nilai Rp1,479 miliar. Bantuan tersebut meliputi PKH Plus Rp1,012 miliar bagi 506 lansia, bantuan kemiskinan ekstrem Rp162 juta untuk 108 penerima, serta ASPD Rp208,8 juta untuk 58 penerima manfaat.
Selain itu, bantuan pemberdayaan ekonomi melalui program KIP PPKS Jawara sebesar Rp3 juta diberikan kepada satu penerima manfaat, serta BOP tali asih kepada 40 anggota pilar sosial dengan total Rp93,8 juta.
Menutup kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah berharap program Sapa Bansos Amaliah Ramadan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong di bulan suci.
“Semoga bantuan yang disalurkan pada bulan Ramadan ini membawa keberkahan serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sekaligus memperkuat usaha yang mereka jalankan,” pungkasnya. (qal)
