Surabaya 28 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor peternakan. Kali ini FKH UNAIR menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) bertajuk Desa Binaan dan Kesehatan Ternak di Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro pada Senin (26/1/2026). FKH UNAIR pada pengmas kali ini menyalurkan 300 Bebek pada 20 penerima bantuan beserta fasilitas penunjang.
Hadir dalam kegiatan ini Dekan FKM UNAIR, Prof Dr Lilik Maslachah drh MKes beserta jajaran pimpinan Fakultas, ketua pelaksana kegiatan, Prof Dr Widjiati drh MSi serta Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Ir Elfia Nuraini SPt MP Kehadiran para pemangku kepentingan itu menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem peternakan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Dalam sambutannya, Dekan FKH UNAIR menyampaikan bahwa program desa binaan merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat berkelanjutan. Melalui pendampingan berkelanjutan, FKH UNAIR berupaya meningkatkan kapasitas peternak dalam manajemen kesehatan ternak, pencegahan penyakit, dan penerapan biosekuriti di tingkat kandang. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini juga bisa berdampak pada sektor ekonomi warga.
“Kegiatan ini adalah implementasi tri dharma perguruan tinggi, tak hanya mengajar, tapi juga mengabdi berdampak kepada masyarakat. Harapan kami, dari penyaluran ternak bebek ini akan keberlanjutan dan terciptanya Palembon menjadi sentra produksi hasil ternak bebek. Hal ini juga akan berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat” ujar Prof Lilik.
Sementara itu, Ketua pelaksana, Prof Dr Widjiati drh MSi menekankan bahwa kegiatan ini adalah program jangka panjang dari FKH UNAIR. Prof Wiji menjelaskan program desa binaan ini akan berjalan selama lima tahun kedepan, dan akan terus FKH UNAIR kawal.
“Program ini adalah bentuk kepedulian kami dari FKH UNAIR yang berkolaborasi dengan Pemkab Bojonegoro. Program ini berjangka panjang, yaitu selama lima tahun. Kami akan hadir juga nanti di bulan Mei dan Juli, salah satunya juga ada pelayanan stunting bagi anak-anak. Kami berharap, ada feedback dari masyarakat untuk terus mengembangkan ternak bebek ini,” tutur Prof Widji.
Program Penuh Manfaat Berkelanjutan
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Ir Elfia Nuraini SPt MP Mengapresiasi FKH UNAIR atas kegiatan ini. Ia mengutarakan bahwa bantuan ternak akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, baik dari sisi edukasi maupun kesejahteraan.
“Ini adalah program yang sangat berarti bagi kami, khususnya dalam bidang peternakan. Desa Palembon terkenal memiliki beberapa peternakan, namun spesifik ternak bebek belum ada. Kami bersyukur dan mengapresiasi FKH UNAIR atas bantuan yang tidak hanya sekejap ini, namun berkelanjutan, luar biasa,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan juga meliputi edukasi kesehatan ternak, pemeriksaan kondisi hewan, sosialisasi pencegahan penyakit dengan para pakar dari FKH UNAIR. Terdapat juga diskusi interaktif bersama para peternak setempat. Antusiasme masyarakat Desa Palembon terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab terkait permasalahan kesehatan ternak yang dihadapi di lapangan.
Melalui program Desa Binaan ini, FKH UNAIR berharap dapat menciptakan model pendampingan peternakan yang terintegrasi dan dapat direplikasi di wilayah lain. Dengan penguatan kapasitas peternak serta dukungan lintas sektor, desa diharapkan mampu menjadi sentra peternakan yang sehat, produktif, dan berdaya saing.(naf)
