More
    BerandaUncategorizedPengmas FKH di Bojonegoro, Inisiasi Desa Binaan Berdampak dan Berkelanjutan

    Pengmas FKH di Bojonegoro, Inisiasi Desa Binaan Berdampak dan Berkelanjutan

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 21 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali gelar program pengabdian masyarakat (pengmas) berkelanjutan. Kali ini FKH UNAIR gelar kegiatan bimbingan teknis kepada peternak calon penerima bantuan paket bebek di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (19/1/2026) di Balai Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

    Kegiatan tersebut merupakan permulaan dari program bertajuk “Peningkatan Kesehatan dan Nutrisi Hewan Ternak melalui Pencanangan Desa Binaan, Optimalisasi Kesehatan Reproduksi Kambing, dan Implementasi Desa Binaan dengan Beternak Bebek di Kabupaten Bojonegoro”. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas peternak melalui edukasi berbasis keilmuan dan pendampingan berkelanjutan.

    Program Bantuan Ternak Berkelanjutan

    Hadirnya program ini adalah hasil kolaborasi dari FKH UNAIR dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Dalam hal ini, delegasi yang terkait adalah Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro. Ketua tim pengabdian masyarakat FKH UNAIR, Prof Dr Widjiati drh MSi menegaskan bahwa bimbingan teknis ini menjadi tahap inisiasi penting sebelum penyaluran bantuan kepada masyarakat.

    “Bantuan berupa bebek ternak ini tidak akan optimal tanpa adanya pemahaman yang baik mengenai kesehatan, nutrisi, dan manajemen pemeliharaan. Oleh karena itu, melalui inisiasi program desa binaan ini, FKH UNAIR berupaya memastikan bahwa peternak bebek memiliki kesiapan pengetahuan dan keterampilan agar usaha peternakan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Prof Widjiati.

    Prof Widjiati juga mengungkapkan bahwa program desa binaan ini adalah suatu program yang memiliki potensi membangun desa berdampak dan berkelanjutan. Ia mengungkapkan bahwa misi utama pada pengmas kali ini adalah pengentasan kemiskinan.

    “Kita sudah memilih 20 orang pra-sejahtera untuk diberikan 15 ekor bebek betina dan 2 jantan, pakan 50 kg dan bantuan pembuatan kandang. Kami harapkan program ini bisa berkembang optimal selaras dengan bekal yang sudah kami berikan dan akan kami kawal selama setahun ini,” imbuhnya.

    Selain itu, berlangsung juga pemberian materi teknis dan diskusi dengan pakar ternak FKH UNAIR yaitu Dr Emy Koestanti Sabdoningrum drh MKes, Prof Dr Sunaryo Hadi Warsito drh MP, dan Prof Dr Iwan Sahrial Hamid drh MSi. Diskusi tersebut terkait penyakit pada bebek dan penanggulangannya dengan obat tradisional sebagai bagian dari pengembangan peternakan terpadu di wilayah Bojonegoro. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong efisiensi produksi dan meningkatkan pendapatan peternak.

    Selaras dengan Program Pemkab

    Drh Catur Rahayu K MSi, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan apresiasi kepada UNAIR. Ia mengungkapkan bawha program ini adalah sinergi positif antara UNAIR dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan peternakan rakyat.

    “Program ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam penyejahteraan masyarakat melalui peternakan. Kami berharap pendampingan dari UNAIR yang berkelanjutan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

    Melalui pencanangan desa binaan dan pelaksanaan bimbingan teknis ini, FKH UNAIR menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. Harapan kedepan, program pengabdian masyarakat ini mampu menjadi model pengembangan peternakan yang berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. (naf)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru