More
    BerandaUncategorizedPeran Alumnus UNAIR di Balik Capaian BPOM Raih WHO Listed Authority

    Peran Alumnus UNAIR di Balik Capaian BPOM Raih WHO Listed Authority

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 1 Januari 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Airlangga kembali membuktikan perannya sebagai wadah lahirnya alumni berdampak di berbagai sektor. Kali ini, sosok tersebut adalah Mimin Jiwo Winanti SSi Apt, alumnus Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga (UNAIR) yang kini menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN).

    Dari Swasta hingga Mengabdi pada Negara

    Mimin mengawali karirnya di sektor swasta dengan bergabung di PT Hero Supermarket sebagai Assistant Store Manager. Setelah itu, ia memutuskan untuk mengabdi kepada negara dengan bergabung di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

    Selama berkarir di BPOM, Mimin pernah menjabat sebagai Direktur Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika & Prekursor dari tahun 2021 – 2025. Sebelumnya menjabat sebagai Pengawas Farmasi & Makanan Ahli Madya, dan Kepala Sub Direktorat Pengawasan Sarana Distribusi dan Bahan Obat Regional I di Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor.

    “Saya di BPOM kurang lebih sudah 22 tahun. Baru kemarin tanggal 29 September 2025, saya menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN),” jelasnya.

    Kiprah Internasional bersama WHO

    Mimin juga membagikan pengalaman berkesan selama menjabat, terutama keterlibatannya dengan World Health Organization (WHO). Mulai dari penugasan di tingkat nasional maupun internasional.

    “Saya menjadi Temporary Advisor WHO. Jadi, saya berkesempatan mendapatkan misi dari WHO, baik atas nama BPOM maupun atas nama WHO, dalam rangka pre kualifikasi WHO, menjadi fasilitator bagi BPOM negara lain untuk peningkatan kapasitas atau kompetensi, serta pernah mendapatkan penugasan menjadi asesor dalam global WHO benchmarking ke suatu negara,” imbuhnya.

    Belum lama ini, tepatnya pada 21 Desember 2025, BPOM Indonesia secara resmi meraih status sebagai WHO Listed Authority oleh WHO. WHO Listed Authority merupakan status pengakuan internasional dari WHO bahwa Indonesia memenuhi standar persyaratan dan kinerja global dalam pengawasan produk obat.

    “Hal ini menjadi berkesan untuk saya karena Indonesia mencatatkan sejarah menjadi negara middle income pertama yang meraih status ini. Artinya, kita sudah sejajar dengan negara-negara maju,” tegasnya.

    Mimin menekankan pentingnya prinsip rela berkorban dalam perjalanan karirnya. Selain itu, ia menyoroti pentingnya membangun rasa percaya diri, mindset global, melek teknologi, serta penguasaan bahasa asing.

    “Karena saya bekerja untuk negara, maka kepentingan bersama harus diutamakan dibandingkan kepentingan pribadi. Kita harus mampu berkontribusi dan menunjukkan bahwa Indonesia dapat bersaing di kancah Internasional. Selain itu, melek teknologi dan penguasaan bahasa asing dapat membuka lebih banyak kesempatan di bidang yang kita minati,” pesannya. Capaian BPOM sebagai WHO Listed Authority turut menegaskan kontribusi nyata alumni Universitas Airlangga di tingkat global. Melalui kiprah Mimin Jiwo Winanti, UNAIR kembali menunjukkan perannya sebagai pencetak alumni unggulan yang berkontribusi langsung bagi penguatan sistem kesehatan nasional dan internasional. (far)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru