Surabaya 27 September 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI) Universitas Airlangga (UNAIR) menerima kunjungan strategis dari Direktorat Jenderal (Ditjen) SDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari ekosistem publikasi dan inovasi di UNAIR sebagai model pengembangan bagi institusi pendidikan kesehatan di seluruh Indonesia.
Rombongan tersebut di bawah pimpinan Direktur Penyediaan SDM Kesehatan, Anna Kurniati SKM MKM PhD yang juga Direktur WHO Collaborative Center (WHO-CC) Poltekkes Indonesia untuk keperawatan dan kebidanan. Kunjungan ini merupakan salah satu upaya untuk melihat bagaimana ekosistem riset dan publikasi yang berdampak dapat dibangun dan berkelanjutan.
Ketua LPJPHKI UNAIR, Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD menjelaskan bahwa Kemenkes tertarik untuk melihat bagaimana UNAIR berhasil membangun ekosistem riset yang tidak hanya produktif, tetapi juga menghasilkan inovasi. “Kunjungan ini merupakan salah satu upaya untuk melihat bagaimana ekosistem publikasi yang berdampak itu seperti apa. Kemudian juga bagaimana ekosistem ini mengarah ke hak kekayaan intelektual (HKI) yang nantinya berupa paten,” jelas Prof Ferry, Rabu (24/9/2025)
Kolaborasi Peningkatan Kualitas
Salah satu hasil konkret dari pertemuan ini adalah komitmen untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi di 38 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) yang berada di bawah binaan Kemenkes serta WHO-CC. LPJPHKI UNAIR akan berperan dalam memberikan pendampingan dan mentoring.
“Fokusnya adalah pergeseran dari paradigma jumlah ke kualitas. Target kualitas publikasi ini akan kita kerjakan bersama, dengan harapan memiliki dampak global,” ungkap Prof Ferry.
Kolaborasi ini juga akan mencakup penguatan di sisi HKI dan tata kelola jurnal. Prof Ferry menambahkan bahwa UNAIR, yang telah memiliki 20 jurnal terindeks internasional bereputasi, akan membantu Poltekkes untuk meningkatkan level jurnal mereka dari terakreditasi nasional menjadi internasional.
Menurutnya, kunjungan ini memperkuat peran UNAIR sebagai inkubator talenta SDM kesehatan yang berkualitas. “UNAIR bisa memberikan dampak sosial dan juga mendorong kebijakan publik yang lebih transparan, partisipatif, dan signifikan bagi komunitas,” pungkasnya. (far)
