Surabaya 31 Maret 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Kumandang takbir mengiringi masyarakat/warga Perumahan Bumi Tengger Sejahtera Surabaya yang berbondong-bondong datang tempat sholat Ied di Perumahan Bumi Tengger Sejahtera Jalan Raya Wisma Tengger Surabaya untuk melaksanakan Salat Idulfitri, Senin (31/3/2025) pagi.
Tahun ini, Peringatan Hari Besar Indonesia (PHBI) Perumahan Bumi Tengger Sejahtera Surabaya kembali menggelar Salat Idulfitri 1446H di Jalan Kembar Wisma Tengger Surabaya Acara tersebut menghadirkan Abdul Azis SAg, sebagai khatib dan imam salat.
Abdul Azis SAg Dalam khotbahnya mengatakan momen Idulfitri 1446 Hijriah ini, Alhamdulillah, pada hari ini kita telah merampungkan ibadah puasa ramadhan, yaitu satu bulan berpuasa berikut rangkaian ibadah-ibadah sunnah di dalamnya. Lalu, setelah kita meraih momen kemenangan ini, apa yang harus kita perbuat? Apakah berbangga diri dengan pencapaian spiritual yang telah dicapai? Atau merayakannya dengan penuh suka cita? Atau apa?
Idul Fitri bukan seperti turnamen sepak bola atau kompetisi lomba yang kemenangannya harus dirayakan dengan euforia dan penuh kebanggaan. Kemenangan Idul Fitri adalah ketika kita berhasil meraih kematangan spiritual dan sosial setelah satu bulan penuh digembleng dan dididik di madrasah Ramadhan.
Jamaah sholat idul-fitri yang dimuliakan Allah.
Kita wajib bersyukur, Kita yang bergelimang dosa ini, oleh Allah SWT masih diberikan kesempatan untuk menghirup dan bernafas di bulan suci Ramadhan ini. Sekalipun sepenuh hati kita mengakui, bahwa kita belum bisa memanfaatkan waktu siang dan malam bulan Ramadan secara maksimal.

Kita hanya mengharapkan semoga puasa kita, qiyamul lail kita, bacaan Al-Qur’an kita, sedekah dan zakat kita, yang tak seberapa, dapat menebus dosa2 kita.
Sebagai umat yang beriman kita yakin dan percaya apa yang sudah diterangkan di dalam Al-Qur’an:
Bahwa Allah itu dekat dengan diri kita. Apa saja yang kita mohonkan kepada Allah, maka pasti akan dikabulkan Allah SWT.
Oleh sebab itu, beruntunglah kita di pagi hari ini, datang berduyun-duyun dari tempat tinggal kita, menuju tempat yang suci ini untuk menjalankan salat Idul-fitri secara berjamaah. Kita bermunajat untuk mengetuk bilik-bilik rahmat-Nya Allah SWT. kita rayakan lebaran bersama-sama dengan mengumandangkan takbir: “Allohu Akbar 2x wa lillahil hamd”.Marilah Kita tanamkan bulat-bulat di dalam hati kita, bahwa ke depannya hidup kita akan menjadi lebih baik. Amal ibadah kita akan semakin meningkat sebagai manifestasi rasa syukur kita kepada Alloh SWT

| Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia …. Selain kita bertekad untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah Yang Maha pengasih & penyayang, pada moment Idul Fitri kali ini, kita selayaknya juga memperbagus hubungan saudara, pertalian kerabat, dan interaksi sosial bermasyarakat. Dalam ajaran Islam telah diatur bahwa menjalin hubungan baik “Hablum minan-naas” sama pentingnya dengan “Hablum minallah” Sebagai manusia yang tak luput dari salah dan lupa, baik kesalahan kita disengaja maupun tidak disengaja. Baik kepada keluarga, saudara, tetangga, maupun teman dan kerabat. Marilah kita perbaiki dengan bermaaf-maafan. Allah SWT telah berfirman dalam Surat An-Nuur ayat 22: |
Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dalam satu kesempatan, ada sahabat yang bertanya kepada Nabi Muhammad saw.“Sesungguhnya si Fulanah melakukan ibadah malam dengan rutin, ia juga bersedekah, tapi ia menyakiti tetangga-tetangganya dengan mulutnya.”
Rasul pun kemudian menjawab: Ia tak punya kebaikan sama sekali. Dia termasuk ahli neraka.”
Rasul ditanya lagi, si Fulanah itu shalat hanya yang wajib-wajib saja. Dia menyedekahkan beberapa potong roti keju, namun dia tidak pernah menyakiti hati tetangganya. Rasul kemudian menjawab, ‘Dia termasuk ahli surga’.” (Lihat: Al-Baihaqi, Syu’abul Îmân, [Maktabah ar-Rusyd, Riyadl, 2003], juz 12, halaman 94).

Kita semua tahu Allah itu al-Tawwab (Maha Penerima Taubat). Kasih sayang-Nya mengalahkan murka-Nya. Rahmat-Nya jauh lebih luas dari azab-Nya. Selama seorang hamba memohon ampun kepada-Nya, Allah akan mengampuninya. Namun, manusia tidak seluas itu kasih sayangnya. Manusia tidak sedalam itu kewajarannya. Bisa dibilang manusia adalah mahluk yang paling susah meminta maaf dan memaafkan
Karena itu, Rasulullah mengajari umatnya untuk menahan diri. Jangan mudah mengumbar kata; jangan gampang menyebar berita; jangan sering menghardik sesamanya. Karena Rasulullah tahu, ruang maaf manusia itu terbatas, tidak seluas dan sedalam Tuhannya. Mendapatkan maaf manusia jauh lebih berat dan susah. Belum lagi jika kita tidak merasa bersalah, tapi orang lain memendam kesal kepada kita. Mengetahui diri kita salah saja, kita masih enggan meminta maaf, apalagi tak merasa bersalah sama sekali.
Hadits di atas adalah contoh nyata. Seorang wanita ahli ibadah, rajin shalat malam, gemar berpuasa, banyak bersedekah dan beramal, tapi lidahnya selalu membawa rasa sakit bagi tetangganya. Rasulullah mengatakan: “Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk ahli neraka.” Artinya, amal ibadah yang tidak berbanding lurus dengan perilaku sosial yang baik, ibadahnya tidak ada artinya.
Jamaah sholat Idul Fitri yang berbahagia…
Ketika Rasululullah sedang duduk bersantai bersama para sahabat, tiba-tiba beliau menyampaikan satu pertanyaan singkat pada mereka. Pertanyaan itu disampaikan dalam suasana kekeluargaan, sahabat yang satu dengan yang lain nampak bergaul dengan akrab. Demikian juga dengan Nabi yang amat dicintainya.
Nabi Muhammad bertanya pada mereka:“Tahukah kalian, Siapakah orang yang mengalami bangkrut berat diantara kalian?” Para sahabat menjawab pertanyaan Nabi: “Mereka adalah orang yang tidak memiliki suatu harta apapun”. (HR. Muslim, No: 2581).

Para sahabat menjawab apa adanya terhadap pertanyaan Nabi, bahwa orang yang failit (bangkrut berat) adalah mereka yang tidak memiliki apa-apa, bahkan mereka yang memiliki uang karena usaha-usahanya terus-menerus rugi. Nabi selanjutnya meluruskan pendapat mereka, bahwa bangkrut yang disebutkan di para sahabat itu, baru tergolong bangkrut biasa bukan bangkrut berat.
Nabi menjelaskan:“Orang yang menderita bangkrut berat dari umatku adalah orang yang dibangkitkan di hari kiamat dengan membanggakan amal ibadahnya yang banyak, ia datang dengan membawa pahala shalatnya yang begitu besar, pahala puasa, pahala zakat, sedekah, amal dan sebagainya.
Tetapi kemudian datang pula menyertai orang itu, orang yang dulu pernah dicaci maki, pernah dituduh berbuat jahat, orang yang hartanya pernah dimakan olehnya, orang yang pernah ditumpahkan darahnya
Semua mereka yang dianiaya orang tersebut, dibagikan amal-amal kebaikannya, sehingga amal kebaikannya habis. Setelah amal kebaikannya habis, maka diambillah dosa dan kesalahan dari orang-orang yang pernah dianiaya, kemudian dilemparkan kepadanya kemudian dicamppakkannya orang itu ke dalam neraka. (HR. Muslim, No: 2581).

Jamaah sholat Idul Fitri yang berbahagia…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda (HR. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim):
| Allah tidak mengasihi orang yang tidak mengasihi manusia (lainnya).” (Imam al-Bukhari, al-Adab al-Mufrad, 1989, h.48) “orang yang tidak mengasihi, maka tidak akan dikasihi.” Ini menunjukkan bahwa kasih sayang sesama manusia tidak kalah pentingnya dengan ibadah yang bersifat ritual, bahkan Allah, dalam hadits di atas, tidak akan mengasihi orang yang tidak mengasihi sesamanya. Hal ini berarti bahwa Allah menghendaki hamba-hambanya membangun dunia yang harmonis; menciptakan lingkungan yang sehat dari kebencian; membiasakan kepedulian; membudayakan sayang-menyayangi; mengembangkan “saling asa” dan “asuh”, serta hal-hal positif lainnya. Allahu akbar 2x walillahil hamd Kaum muslimin dan muslimat rohimakumullah Pada prinsipnya dengan merayakan Idul Fitri, kita bersama-sama diajarkan untuk kembali kepada jati diri manusia. Kita ini makhluk yang sangat lemah, sehingga kita membutuhkan Allah Swt untuk bersandar di mana saja dan kapan saja. Begitu Muliya-Nya Alloh SWT memperlakukan kita, maka sewajarnya kita patuh dan taat beribadah kepada Alloh. Sebagai makhluk sosial, kita juga sangat butuh kerjasama dan bantuan sesama manusia, khususnya orang-orang terdekat kita. Hidup bermasyarakat adalah mutiara terpendam . Oleh sebab itu janganlah kita sia-siakan hubungan di antara kita. Janganlah diperpanjang masalah di antara orang-orang di sekitar kita! Sekarang kita mungkin beranggapan tidak membutuhkan, tapi suatu saat dan kapan saja kita akan memerlukan bantuan sesama. Marilah kita lapangkan dada kita agar kita semua menjadi golongan orang-orang yang kembali fitri dan menjadi orang-orang yang hidupnya bahagia. Semoga Alloh menerima niat baik dan amalan kita, serta Alloh jadikan hari-hari kita selama setahun kedepan menjadi lebih baik. Ya Allah ampunilah semua dosa2 kami, dosa2 bapak ibu kami baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggalkan kami, sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kami pada saat kami masih kecil. Ya Allah ampunilah dosa2 saudara2 kami kaum muslimin dan muslimat baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggalkan kami, kumpulkan kami dalam kebaikan dan Rahmat-Mu saat di dunia ini maupun kelak diakhirat nanti. Lenyapkan perasaan dengki diantara kami, jangan biarkan setan dan bala tentaranya merusak hubungan baik diantara kami, satukan hati2 kami dalam kebaikan dan iman. Bukakan pintu maaf saudara2 kami atas kesalahan yg kami buat. Jauhkan kami dari sifat dengki yang menggerogoti amal2 kami. Robbana dholamna anfusana….. Taqabbalalohu minna wa minkum. Fi kulli ‘aamin wa antum bi khoir. Amiin, Amiin. Ya Robbal a’lamiin. (ibn) |
