Surabaya 14 Desember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Wajah-wajah renta para penghuni Griya Lansia Husnul Khotimah di Wajak, Kabupaten Malang, tampak segar pada Sabtu pagi (13/12/2025). Meski keriput menghiasi usia senja mereka, senyum hangat menyambut kedatangan rombongan Tim Penggerak (TP) PKK RT 04 RW 12 Bratang Gede, Kelurahan Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.
Sambutan tak terduga datang dari Pak Zainul (65), seorang penghuni dengan kondisi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menyapa para tamu dengan suara merdu dan sikap ramah. Kesopanan dan senyumnya bahkan sempat membuat sebagian anggota PKK mengira ia adalah pengelola griya lansia tersebut. Namun, seiring percakapan berlangsung, barulah diketahui bahwa Pak Zainul merupakan salah satu penghuni dengan gangguan kejiwaan.
Para lansia terlihat duduk rapi di kursi, menanti dengan penuh antusias rombongan ibu-ibu PKK yang mengenakan seragam atasan hitam dan bawahan batik. Kunjungan sosial ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus kepedulian terhadap para lansia yang tinggal di griya tersebut.
“Terima kasih sudah datang menjenguk kami,” ujar Mbah Ja’far (71), lansia asal Surabaya, dengan mata berbinar-binar.
Suasana haru menyelimuti rombongan ketika penanggung jawab harian Griya Lansia Husnul Khotimah, Nurhadi Rohmat, menceritakan kondisi para penghuni. Sebagian besar lansia di tempat tersebut tidak memiliki sanak keluarga dan bahkan tidak tercatat dalam administrasi kependudukan.
“Kunjungan ini kami lakukan untuk berbagi empati dan kebahagiaan. Kami ingin mbah-mbah di sini merasakan bahwa masih ada yang peduli dan datang menyapa,” ujar Ketua TP PKK RT 04 RW 12 Bratang Gede, Santi, didampingi anggota PKK Sriningsih.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan berupa diapers dewasa, sembako seperti beras, telur ayam, gula pasir, mi instan, kecap manis, sayuran segar, serta bantuan uang tunai. Seluruh bantuan berasal dari swadaya warga yang dikoordinasikan oleh TP PKK RT 04 RW 12 Bratang Gede.
Sriningsih menambahkan, kegiatan sosial merupakan agenda rutin PKK di lingkungannya. “Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan meringankan kebutuhan para mbah-mbah di Griya Lansia Husnul Khotimah,” ujarnya.
Sementara itu, Nurhadi Rohmat menjelaskan, Griya Lansia Husnul Khotimah berdiri sejak 2021 dan saat ini merawat sekitar 200 lansia, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk sekitar 60 orang ODGJ.
“Yang masih bisa beraktivitas hanya sebagian kecil. Sekitar 100 orang kondisinya sudah sangat lemah, atau Ngebrok ” ungkap Nurhadi.
Setiap hari, kebutuhan diapers di griya tersebut mencapai hampir 300 buah. Keterbatasan bantuan menjadi tantangan tersendiri karena banyak lansia tidak memiliki KTP maupun kartu keluarga, sehingga tidak dapat mengakses bantuan sosial dari pemerintah.
Griya Lansia Husnul Khotimah menerapkan pola perawatan menyerupai pondok pesantren. Para penghuni dibangunkan sejak pukul 03.30 WIB untuk beribadah. Aktivitas harian diisi dengan mengaji, istighosah, olahraga ringan bagi yang masih sehat, serta kegiatan pembinaan spiritual lainnya.
Para lansia terakhir kali makan setelah Ashar dan tidak diberikan makan malam agar lebih mudah bangun dini hari untuk melaksanakan salat Subuh. “Kalau diberi makan malam, biasanya subuhnya sulit bangun,” jelas Nurhadi.
Saat ini, Griya Lansia Husnul Khotimah juga telah memiliki area pemakaman sendiri. Sejak berdiri, sekitar 380 lansia yang pernah dirawat telah dimakamkan di lokasi tersebut. (myo)
