Surabaya 6 Desember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah bersama PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) resmi meluncurkan Program Percepatan Swasembada Gula Nasional melalui kegiatan Bongkar Ratoon dan Pengembangan Areal Tebu 2025 di Jombang yang dirilis Jumat (05/12). Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat produksi gula nasional sekaligus mendorong pengembangan energi hijau berbasis bioetanol.
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyampaikan apresiasi kepada para petani tebu di Jombang atas kontribusi mereka dalam menjaga produktivitas. Ia menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran vital bagi ketahanan gula nasional, dengan kontribusi mencapai 60 persen dari total produksi gula Indonesia.
“Melalui Perpres 40/2023, Presiden telah mengarahkan percepatan swasembada gula hingga 2028 sekaligus penguatan energi hijau berbasis etanol. Ini momentum penting, dan kami siap mendukung penuh,” ujar Mahmudi.
Mahmudi menjelaskan, pemerintah menargetkan 100 ribu hektare bongkar ratoon pada 2025, serta tambahan 100 ribu hektare pada 2026. PT SGN yang saat ini mengoperasikan 24 pabrik gula di Jawa Timur—dengan rencana pembangunan enam pabrik baru—telah menyiapkan dukungan penuh, termasuk mengajak petani menyiapkan bibit bongkar ratoon untuk musim tanam 2026.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa percepatan penanaman tebu menjadi faktor penting untuk mewujudkan swasembada gula nasional. Menurutnya, tebu bukan hanya sumber gula, tetapi juga bahan baku utama bioetanol yang mampu memperkuat ketahanan energi hijau Indonesia.
Emil menyampaikan bahwa petani telah menunjukkan komitmen tinggi. Hingga saat ini, tercatat 30 ribu hektare lahan sudah diremajakan secara mandiri oleh petani tebu, mendekati setengah dari target provinsi.
“Terus semangat kepada seluruh petani tebu Indonesia. InsyaAllah, Indonesia bisa menjadi raja gula di dunia!” ujarnya penuh optimisme.
Peluncuran program ini diharapkan menjadi akselerator peningkatan produktivitas tebu dan mengokohkan posisi Jawa Timur sebagai motor penggerak swasembada gula sekaligus pengembangan energi berkelanjutan nasional. (myo)
