Surabaya 15 Maret 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, PT Rumah Potong Hewan Surabaya Perseroda memprediksi harga daging sapi di pasar tradisional Kota Surabaya akan mengalami kenaikan tipis sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram. Kenaikan diperkirakan terjadi mulai pekan depan seiring meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
Untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, Tim Monitoring Daging RPH Surabaya melakukan pemantauan langsung di sejumlah pasar tradisional pada Jumat (13/3/2026). Pemantauan dilakukan di Pasar Pucang Anom dan Pasar Genteng.
Ketua Tim Monitoring Daging RPH Surabaya, Bagus Aditya, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan harga daging sapi masih relatif terkendali meski ada potensi penyesuaian harga menjelang Lebaran.
“Berdasarkan hasil monitoring pada 13 Maret 2026 di Pasar Genteng dan Pasar Pucang Anom, harga daging sapi masih terkendali. Kami memperkirakan ada penyesuaian sekitar Rp3.000 sampai Rp5.000 per kilogram mulai pekan depan karena meningkatnya permintaan menjelang Idul Fitri,” ujarnya.
Menurut Bagus, kenaikan tersebut merupakan hal yang lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan dan masih berada dalam batas wajar.
Berdasarkan data Tim Monitoring RPH Surabaya, harga komoditas daging di Pasar Genteng tercatat antara lain daging sapi kualitas satu (D1) Rp135.000 per kilogram, kualitas dua (D2) Rp125.000 per kilogram, rawisan Rp110.000 per kilogram, iga Rp100.000 per kilogram, buntut Rp100.000 per kilogram, serta kikil Rp60.000 per kilogram. Untuk jeroan, harga babat dan usus masing-masing Rp60.000 per kilogram, hati Rp80.000 per kilogram, dan paru Rp100.000 per kilogram. Sementara harga ayam berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Sedangkan di Pasar Pucang Anom, harga daging sapi kualitas satu tercatat Rp140.000 per kilogram dan kualitas dua Rp125.000 per kilogram. Rawisan dijual Rp110.000 per kilogram, iga Rp110.000 per kilogram, buntut Rp120.000 per kilogram, dan kikil Rp75.000 per kilogram. Untuk jeroan, babat dan usus masing-masing Rp85.000 per kilogram, hati Rp80.000 per kilogram, serta paru Rp110.000 per kilogram. Harga ayam juga berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Bagus menjelaskan perbedaan harga daging sapi dipengaruhi kondisi potongan daging yang dijual pedagang.
“Untuk kualitas dua biasanya masih terdapat sedikit lemak atau gajih yang belum dibersihkan. Sedangkan kualitas satu merupakan daging yang sudah dibersihkan dari lemak sehingga benar-benar daging murni,” jelasnya.
Dengan variasi harga tersebut, masyarakat dapat memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan belanja masing-masing.
Selain memantau harga, RPH Surabaya juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam membeli daging, salah satunya dengan memastikan daging berasal dari pemotongan resmi di RPH Surabaya.
“Masyarakat sebaiknya membeli daging dari pemotongan di RPH Surabaya yang ditandai dengan papan mitra RPH. Dengan begitu kualitas daging lebih terjamin karena telah melalui pemeriksaan kesehatan sehingga aman, sehat, utuh, dan halal,” pungkasnya.
Melalui pemantauan rutin ini, RPH Surabaya berharap distribusi daging di pasar tradisional tetap lancar serta kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri dapat terpenuhi dengan harga yang tetap terkendali.(ant)
