Surabaya 29 September 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) Komisariat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), bersama FKH UNAIR, dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur I sukses menggelar Seminar SAGAVET (Satria Airlangga Veterinarian) 2025. Mengusung tema Update Perkembangan Dunia Peternakan dan Kesehatan Hewan di Tengah Kebijakan Global dan Nasional, kegiatan berlangsung pada Sabtu (27/9/2025) di Diamond Ballroom, Hotel Swiss-Belinn, Surabaya.
Seminar menghadirkan dua fokus pembahasan, yakni perkembangan dunia perunggasan dan persusuan di Indonesia serta menyibak penyakit kebutaan retinal dan kulit pada hewan kecil. Selain sebagai forum ilmiah, acara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi alumni serta memperkaya wawasan praktisi di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan. Mulai alumni SAGAVET yang tersebar di seluruh nusantara, praktisi, akademisi, mahasiswa, hingga stakeholder terkait.
Silaturahmi Alumni
Hadir memberikan sambutan, Ketua IKA Komisariat FKH UNAIR Desianto Budi Utomo drh MSc PhD. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini. Ia menuturkan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi yang menghadirkan dosen, alumni lintas angkatan, serta mahasiswa.
“Alumni adalah aset penting bagi fakultas. Dulu kita masuk sebagai nobody, kemudian berproses hingga menjadi somebody. Setelah itu, ada tanggung jawab moral bagi setiap alumni untuk menjadi anybody yang harus terus berkiprah, membesarkan fakultas, serta berkontribusi bagi bangsa,” ungkapnya.
Desianto menambahkan, kehadiran IKA FKH UNAIR melalui SAGAVET menjadi bukti komitmen alumni dalam mendukung kemajuan fakultas. “Platform sudah terbentuk. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menggerakkan dan menguatkan kontribusi alumni demi kemajuan fakultas, bangsa, dan negara,” jelasnya.
Harapan Fakultas
Senada dengan Desianto, Wakil Dekan II FKH UNAIR Prof Dr Epy Muhammad Luqman drh MSi mengapresiasi keterlibatan alumni dalam mendukung pengembangan fakultas. Ia menegaskan bahwa kontribusi alumni sangat dibutuhkan. Terlebih di tengah tantangan regenerasi dosen dan kebutuhan untuk memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan industri.
“Kehadiran para alumni sangat menentukan keberhasilan fakultas. Baik dalam aspek pendidikan maupun pengembangan kerjasama. Fakultas akan selalu membuka ruang kolaborasi agar alumni dapat terus memberi kontribusi nyata,” ujarnya.
Pada akhir, seraya membuka seminar SAGAVET, Prof Epy berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi satu sama lain. “Harapannya sinergi ini terus berjalan antara akademisi, alumni, dan para pemangku kebijakan. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan kejayaan bagi FKH UNAIR,” pungkasnya.(far)
