Surabaya 21 Oktober 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Usai resmi dilantik, Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Kabupaten Gresik langsung bergerak cepat dengan menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Parekrafbudpora), KIPAN Gresik, DPRD Kabupaten Gresik, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik.
Diseminasi P4GN ini menjadi bagian dari pelaksanaan program SCARFS (School and Communities Caring for Drug Abuser and HIV/AIDS), yang bertujuan membentuk Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) di lingkungan pendidikan sebagai upaya preventif terhadap penyalahgunaan narkoba dan penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja.
Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Wringinanom pada Selasa (21/10/2025), dan diikuti oleh 35 siswa serta 5 guru pendamping. Hadir dalam acara tersebut antara lain Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik Atek Riduan dan H. Nasikhul Khakim, ST; Analis Kebijakan Kepemudaan dari Dinas Parekrafbudpora Kabupaten Gresik; Koordinator KIPAN Gresik Tri Juli Yansyah, S.Pd.; serta Kepala SMAN 1 Wringinanom, Irfan, S.Pd., M.Pd.

Program SCARFS sendiri merupakan inovasi yang dilaunching tahun 2025, berfokus pada pendekatan berbasis sekolah dan komunitas dalam menanggulangi penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), serta menumbuhkan kesadaran terhadap bahaya HIV/AIDS, terutama di kalangan pelajar.
Analis Kebijakan Kepemudaan Dinas Parekrafbudpora Gresik, Mila Afidah, memberikan apresiasi atas cepat tanggapnya KIPAN Gresik dalam mendukung gerakan P4GN.
“Saya mewakili Kepala Dinas Parekrafbudpora Kabupaten Gresik mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas semangat luar biasa KIPAN Gresik dalam melaksanakan P4GN,” ungkap Mila.
Kepala SMAN 1 Wringinanom, Irfan, juga menyampaikan rasa bangganya karena sekolahnya dipercaya menjadi lokasi kegiatan.

“Terima kasih telah memilih sekolah kami sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini. Ini merupakan tindak lanjut dari program BNN yang sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi dan tes urin. Hari ini, kami juga membentuk Satgas Anti Narkoba sekolah yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam menciptakan SMANEW yang bebas dari narkoba,” tegas Irfan.
Dalam sesi materi, hadir sebagai narasumber Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Atek Riduan, yang membahas peran pemerintah dalam P4GN, serta H. Nasikhul Khakim, ST yang mengupas tentang kontribusi pemuda dalam perang melawan narkoba. Selain itu, kader dari KIPAN Gresik memberikan materi seputar bahaya narkoba, sementara M. Salman Alfarizi menyampaikan rencana aksi kader ke depan.
Dengan dibentuknya Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) di lingkungan sekolah, diharapkan para pelajar dapat berperan aktif sebagai agen perubahan (Duta Anti Narkoba) yang menyebarkan informasi P4GN di kalangan sebaya. Langkah ini diyakini mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja di Kabupaten Gresik secara mandiri dan berkelanjutan. (tri)
