Surabaya 26 Nopember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) Mahmudi bersama Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, SP., M.Agr., Ph.D., didampingi Tim Ahli Menteri Pertanian, melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando Pangkalan Utama TNI AL (Mako Lantamal) V Surabaya. Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi dan percepatan program hilirisasi perkebunan tebu di Jawa Timur, khususnya melalui pemanfaatan lahan strategis yang berada dalam pembinaan TNI Angkatan Laut.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Pimpinan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V, yakni Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si. (Dankodaeral V), Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M. (Wadan Kodaeral V), Kolonel Laut (P) Batos Leksono, CHRMP. (Kapoksahli Kodaeral V), serta Kolonel Laut (T) Bagus Arianto, A.Md., S.T. (Aster Dankodaeral V).
Diskusi berlangsung strategis, membahas potensi kerja sama pemanfaatan lahan untuk budidaya tebu, peningkatan produktivitas, hingga dukungan TNI AL terhadap program ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama PT SGN Mahmudi menegaskan bahwa konsolidasi industri gula nasional saat ini memasuki fase penting. PT SGN, yang merupakan hasil konsolidasi tujuh PTPN, mengelola 36 pabrik gula BUMN dan tengah mendorong implementasi program bongkar ratoon secara masif.
“PT SGN mendapat penugasan dari Bapak Menteri Pertanian untuk memastikan program bongkar ratoon mencapai 100 hektare. Kami berharap berbagai hambatan yang ada di wilayah dapat kita selesaikan bersama,” ujar Mahmudi dalam pertemuan tersebut, Rabu (26/11/2025).
Sementara itu, Dankodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., menegaskan komitmen TNI AL dalam mendukung program hilirisasi dan pemanfaatan lahan untuk budidaya tebu. Ia mengungkapkan bahwa TNI AL memiliki ribuan hektare lahan di Jawa Timur, tersebar di Blitar, Probolinggo, Pasuruan, Tuban, Gresik, dan sejumlah kabupaten lainnya.
“Di lahan kami sendiri terdapat 148 hektare tebu dengan kondisi cukup baik. Beberapa hektare lainnya masih dimanfaatkan masyarakat untuk palawija seperti cabai. Kami siap mendukung sesuai amanat Presiden terkait swasembada pangan,” tegasnya.
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementan, Kuntoro Boga Andri, menambahkan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan percepatan hilirisasi.
“Kementerian Pertanian, PT SGN, dan TNI AL memiliki peran yang saling melengkapi. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis target peningkatan efisiensi dan produksi berbasis hilirisasi dapat tercapai lebih cepat,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara BUMN sektor gula, Kementerian Pertanian, dan TNI AL. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi hilirisasi tebu, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak signifikan bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani.
Kegiatan ditutup dengan pembahasan teknis terkait rencana tindak lanjut dan identifikasi lahan prioritas yang akan dijadikan model implementasi hilirisasi tebu di Jawa Timur.(myo)
