Surabaya 28 Nopember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Tim EV-OS (Electric Vehicle on Study) Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) mencetak prestasi membanggakan pada ajang nasional PLN Innovation & Competition in Electricity (ICE) 2025. Kompetisi yang digelar di Surabaya pada Jumat–Minggu (21–23/11/2025) ini mempertemukan berbagai tim dari perguruan tinggi dalam ajang adu inovasi kendaraan listrik dan teknologi energi masa depan. Dalam kompetisi ini, EV-OS tidak hanya lolos seleksi nasional, tetapi juga tampil kuat di tiga kategori. Antara lain Micro Car Electric Vehicle, Electric Gokart, dan Drag Electric Motorcycle FFA Class.
Prestasi tertinggi diraih melalui prototipe ALERTA EVOLT 2.0 yang mengantarkan mereka menjadi Juara I Gokart Electric Vehicle Engineering Design. Selain itu, prototipe SVARA juga membawa EV-OS meraih Juara III Micro Car Electric Vehicle Engineering Design. Dua capaian ini menunjukkan kemampuan teknis dan konsistensi performa EV-OS dalam aspek perancangan, inovasi, serta efisiensi teknologi kendaraan listrik.
Dekan FTMM UNAIR, Prof Dr Ir Retna Apsari MSi IPM, memberikan apresiasi atas prestasi ini. Ia menilai kemenangan ini sebagai bukti kualitas pembinaan dan semangat inovasi mahasiswa FTMM. “Capaian EV-OS mencerminkan kualitas pembinaan, semangat inovasi, serta komitmen FTMM untuk mendorong teknologi kendaraan listrik sebagai bagian dari kontribusi terhadap pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.
Kelengkapan Data Kunci Kemenangan
Kesuksesan EV-OS bukan hasil kerja singkat. Sejak Juli, tim harus melalui tahapan registrasi, penyusunan proposal, hingga seleksi pendanaan. Memasuki bulan Agustus–November, mereka memasuki fase pembangunan kendaraan. “Selama empat bulan itu kami juga ditarget membuat mobil dengan standar mobil pada umumnya, bukan hanya prototipe,” ujar Ravindra Alfian, General Manager EV-OS.
Ravindra juga menegaskan bahwa salah satu kekuatan mereka ada pada ketelitian teknis. “Yang kami unggulkan adalah kelengkapan data, mulai dari simulasi, performansi, dan seluruh rancangan yang direalisasikan sesuai dengan engineering design yang kami buat sebelumnya,” jelasnya.
Menurutnya, kompetisi ini menjadi kesempatan besar karena pendanaannya mendapatkan fasilitas dari PLN. “Harapannya, ide-ide mahasiswa bisa terwadahi dan mereka kembangkan sesuai potensi masing-masing,” tambah Ravindra.
Dukungan Fakultas dan Universitas yang Menguatkan
Ravindra melanjutkan bahwa keberhasilan tim juga tidak lepas dari peran para dosen pembina yang aktif mendampingi. Yaitu Yoga Uta Nugraha ST MT, Muhammad Syahril Mubarok SST MSc PhD Dr Eng Ananta Adhi Wardana, dan Tahta Amrillah SSi MSc PhD. “UNAIR mendukung penuh, mulai dari fasilitas hingga support moral dan material. Tanpa itu, kami belum tentu bisa menjuarai kompetisi ini,” ungkap Ravindra. Ia berharap karya EV-OS dapat berkembang lebih luas. “Kami ingin teknologi yang kami hasilkan tidak berhenti sebagai riset kampus, tetapi bisa memberi dampak nyata untuk masyarakat,” tutupnya. Dengan pencapaian ini, EV-OS semakin mengukuhkan dirinya sebagai BSO unggulan UNAIR dalam inovasi kendaraan listrik tingkat nasional. (far)
