More
    BerandaUncategorizedTim Tanggap Darurat Bencana UNAIR Beri Pendampingan pada Anak-Anak Penyintas Bencana

    Tim Tanggap Darurat Bencana UNAIR Beri Pendampingan pada Anak-Anak Penyintas Bencana

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 18 Desember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Ketika terjadi bencana, anak berada pada posisi yang rentan. Mereka belum sepenuhnya bisa memegang kendali atas diri sendiri dan masih memerlukan orang tua untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Saat bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sebagian wilayah Pulau Sumatra, tidak sedikit anak yang turut terdampak. Tak terkecuali dari sisi psikologisnya.

    Ketika anak menjadi penyintas, tidak sedikit dari mereka yang mengalami trauma. Situasi tersebut mendorong Tim Tanggap Darurat Bencana Universitas Airlangga (UNAIR) untuk memberikan pendampingan pada anak-anak penyintas bencana tanah longsor dan galodo (banjir bandang dalam istilah Minang) di Jorong Limo Badak, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.

    Selasa (16/12/2025), Rizqy Tasnima Fadhilah, salah satu anggota tim Tanggap Darurat Bencana memberi pendampingan melalui edukasi interaktif. Dhila, sapaannya, berbagi cerita tentang pengalamannya mendampingi anak-anak penyintas tersebut. Ia bercerita, anak-anak yang menjadi penyintas bencana sebagian besar masih duduk di bangku taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. 

    “Saat kami datang, adik-adik ini banyak bercerita tentang peristiwa yang telah mereka lalui. Bahkan di antara mereka ada yang menyaksikan langsung terjadinya banjir bandang dan tanah longsor tersebut,” ujarnya.

    Melihat kondisi itu, Dhila memberikan pendampingan sederhana untuk menghindari pemicu (trigger) trauma. Terlebih, di usia mereka, situasi banjir bandang dan tanah longsor yang mereka alami bisa jadi adalah pengalaman pertama dalam hidupnya. 

    “Saya di sini datang untuk mendampingi mereka. Karena situasinya masih seperti ini (banyak banjir dan longsor susulan, red), supaya tidak tidak men-trigger langsung tentang peristiwa banjir dan longsor itu, jadi saya lebih ke membagikan game yang bersifat fun saja,” katanya.

    Alumni Magister Manajemen Bencana (MMB) UNAIR yang juga fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) itu menambahkan, memerlukan kehati-hatian dalam memberikan pendampingan pada anak-anak penyintas bencana. “Kalau misal dikasih edukasi kebencanaan yang spesifik tentang banjir dan tanah longsor, itu bisa di lain waktu saat sudah pulih. Kalau masih ada susulan begitu, dikhawatirkan masih terlalu awal untuk kita bicara bencana karena bisa memicu trauma,” imbuhnya.

    Melihat kondisi yang terjadi pada anak-anak Limo Badak, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Dhila berharap agar edukasi mitigasi pada anak bisa menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan pemangku kebijakan di sektor pendidikan. Edukasi mitigasi bencana, lanjut Dhila, sudah selayaknya masuk dalam kurikulum sekolah.

    “Saat ini banyak sekolah yang belum menganggap kurikulum kebencanaan itu sebagai hal yang penting. Padahal sudah selayaknya pemerintah melalui SPAB lebih giat untuk melakukan edukasi ke sekolah,” terangnya. Menurutnya, implementasi kurikulum mitigasi bencana penting dilakukan sehingga jika terjadi bencana, setidaknya anak-anak bisa memahami langkah pertama yang harus dilakukan. 

    Kegiatan yang dilaksanakan Tim Tanggap Darurat Bencana UNAIR ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Tepatnya pada SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas, sebab edukasi interaktif yang menyenangkan juga mendukung pendidikan inklusif dan berkualitas. Selain itu, juga memberikan mereka kesempatan belajar yang menyenangkan meski berada dalam kondisi pascabencana. Tidak hanya itu, pendampingan anak penyintas bencana juga menjadi wujud kontribusi pada pembangunan komunitas yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Dengan harapan mereka mampu pulih lebih baik setelah bencana. Kontribusi ini juga selaras dengan SDG 11, Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan.(naf)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru