Surabaya 20 Nopember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Di tengah kompetisi paduan suara yang sarat talenta dan penuh persaingan, UKM Paduan Suara Universitas Airlangga (PSUA) tampil sebagai bintang yang mencuri perhatian dalam ajang Karangturi International Choir Competition (KICC). Ajang internasional itu diselenggarakan oleh Sekolah Karangturi pada Rabu-Sabtu (12-15/11/2025) di Semarang
Dipimpin oleh Mahasiswa FISIP Gavia Ayala Pasaribu selaku ketua UKM dan Aretha Rut Novenia Sitorus mahasiswa FPK sebagai ketua tim, PSUA menorehkan capaian membanggakan.
Raih Dua Gold Medal
Pada kategori Mixed Choir, PSUA meraih gold medal dengan total nilai 84,25 serta menyabet posisi 3rd runner up. Sementara pada kategori Equal Voices, mereka tampil lebih gemilang dengan perolehan gold medal dan menjadi 1st runner up berbekal nilai 83,33.
Motivasi besar untuk mengharumkan nama almamater menjadi energi utama tim. Semangat mereka juga dipicu oleh pencapaian kompetisi di Malaysia tahun sebelumnya, yang mewariskan api perjuangan yang belum padam. “Kami ingin PSUA benar-benar dikenal sebagai organisasi yang mampu membawa nama UNAIR ke kancah nasional dan internasional,” ujar Gavia.
Tantangan Tidak Menghalangi Kekompakan Tim
Latihan tiga kali seminggu, penggalangan dana melalui danusan, hingga konser pra kompetisi pada 18 Oktober menjadi rangkaian pematangan kualitas vokal dan mental bertanding. Gavia menjelaskan bahwa ketika menjelang keberangkatan, intensitas latihan meningkat drastis menjadi hampir setiap hari.Meski penuh tantangan mulai dari mencocokan jadwal anggota lintas angkatan dan program studi hingga mengatasi ketegangan menjelang tampil, tim PSUA mampu menjaga kekompakan.
Atmosfer kompetisi yang menegangkan tidak menghalangi mereka memberikan penampilan maksimal. “Saat hari keberangkatan tiba, tim tidak hanya membawa perlengkapan, tetapi juga seluruh hasil kerja keras berbulan-bulan serta kesiapan penuh untuk menghadapi panggung kompetisi,” ujarnya.
Para juri mengapresiasi energi, kontrol, dan dinamika yang kuat. Terutama dalam lagu-lagu dengan tingkat kesulitan tinggi seperti The Pilgrim Soul dan Søk Herren. “Dilihat dari evaluation sheet yang kami dapatkan, para juri meng-highlight bahwa tim kami memiliki energi dan kontrol yang baik,” terang Gavia.
Dukungan pelatih, Bagus Syafrieza, serta fasilitas dari kampus melalui Airlangga Travel turut menjadi kunci keberhasilan. “Kemenangan ini juga kami maknai sebagai simbol kepercayaan setiap elemen yang ada. Baik dari pihak universitas, pembina, orang tua, pelatih hingga alumni. Karena kami tahu tanpa kepercayaan mereka, kami tidak bisa berada di posisi ini,” tuturnya. Mewakili UKM PSUA, Gavia berharap prestasi ini menjadi warisan semangat bagi generasi berikutnya. Mereka mentargetkan tidak hanya semakin berprestasi, tetapi juga terus dikenal lewat profesionalisme dan nyanyian tulus di setiap panggung yang mereka pijak. (far)
