More
    BerandaPendidikanUNAIR Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Riset dan Inovasi Lewat Dua PUI-PT Baru

    UNAIR Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Riset dan Inovasi Lewat Dua PUI-PT Baru

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 21 September 2025 | Draft Rakyat Newsroom –  Universitas Airlangga kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi melalui penandatanganan kontrak Program Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT) Tahun Anggaran 2025. Acara berlangsung di Lt. 4 Gedung Manajemen Rektorat, Kampus MERR-C UNAIR, pada Kamis (18/09/2025). Hadir jajaran Pimpinan Universitas Airlangga, ketua LPPM, ketua PUI-PT, serta perwakilan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikti.

    Delapan PUI-PT UNAIR, Wujud Komitmen pada Inovasi

    Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development, Prof Muhammad Miftahussurur dr M Kes Sp PD KGEH Ph D FINASIM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa jumlah PUI-PT UNAIR kini bertambah dua, sehingga menjadi delapan. “Alhamdulillah sekarang PUI-PT UNAIR berjumlah delapan. Walaupun secara jumlah masih kalah jika kita bandingkan perguruan tinggi lain, namun ini adalah komitmen kami agar selalu hadir secara konsisten untuk mewujudkan ekosistem riset dan inovasi di UNAIR semakin membaik,” ujarnya.

    Ia menambahkan, dua pusat penguatan baru yang lolos seleksi pendanaan adalah PUI-PT Perawatan Demensia dan PUI-PT Bisnis Berkelanjutan. “Semoga pencapaian ini tidak sekadar memenuhi target, melainkan mampu melebihi apa yang menjadi target awal dari Universitas sendiri,” tegasnya.

    Komitmen Keberlanjutan Tercermin dari Seleksi Ketat

    Perwakilan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Rangga Satriana dan Gilbert Oloando, menjelaskan dalam kesempatan tersebut bahwa seleksi PUI-PT berlangsung melalui beberapa tahapan, dari administrasi, substansi, hingga wawancara. Dari total 147 proposal yang masuk, hanya 11 yang dinyatakan lolos dan berhak menerima pendanaan, dua diantaranya berasal dari UNAIR. Beberapa proposal gugur karena kesalahan administrasi, seperti unggahan SK yang tidak sesuai dengan permintaan. DPPM menegaskan bahwa dengan adanya skema pendanaan ini harapannya mampu menstimulasi perguruan tinggi untuk menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. “Pendanaan ini kami harapkan tidak hanya mendukung riset akademik, tetapi juga memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan yang ada di tengah masyarakat,” pungkas perwakilan DPPM.(nis)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru