More
    BerandaUncategorizedWabup Lumajang : Keterlibatan Komunitas Permudah Pesan Pembangunan Diterima Masyarakat

    Wabup Lumajang : Keterlibatan Komunitas Permudah Pesan Pembangunan Diterima Masyarakat

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang 6 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pembangunan yang inklusif tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat, khususnya komunitas, dilibatkan secara aktif dalam setiap prosesnya.

    Hal ini menjadi penekanan utama dalam kegiatan Riding Syiar Sholawat yang digelar di Pantai Mbah Drajid, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Sabtu (4/4/2026).

    Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menilai bahwa sinergi antara pemerintah dan komunitas merupakan kunci dalam menciptakan pembangunan yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan. Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

    “Kami melihat komunitas bukan hanya sebagai kelompok hobi, tetapi sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Ketika komunitas dilibatkan, maka pesan-pesan pembangunan akan lebih mudah diterima dan dijalankan di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Kegiatan riding yang melibatkan komunitas vespa dan scooter mania tersebut menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan kolaboratif dapat membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat. Melalui ruang-ruang informal seperti ini, interaksi tidak lagi bersifat satu arah, melainkan tumbuh menjadi dialog yang lebih terbuka dan inklusif.

    Ia menekankan bahwa selama ini salah satu tantangan dalam implementasi kebijakan adalah keterbatasan komunikasi yang efektif. Di sinilah peran komunitas menjadi penting, karena memiliki kedekatan sosial dan kemampuan menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara lebih luas.

    Dengan melibatkan komunitas, pesan pembangunan tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di tingkat akar rumput. Komunitas menjadi katalisator yang mampu menggerakkan partisipasi masyarakat secara sukarela.

    Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pendekatan berbasis komunitas juga mampu memperkuat rasa memiliki terhadap program-program pemerintah. Ketika masyarakat merasa dilibatkan, maka tingkat kepedulian dan tanggung jawab terhadap keberhasilan program akan meningkat.

    Dalam konteks tersebut, kegiatan syiar sholawat tidak hanya dimaknai sebagai agenda keagamaan, tetapi juga sebagai medium strategis untuk membangun jejaring sosial yang solid antara pemerintah dan komunitas.

    Sinergi ini, menurutnya, harus terus diperluas ke berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi, hingga lingkungan. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya bersifat top-down, tetapi tumbuh dari partisipasi aktif masyarakat.

    “Kami ingin memastikan bahwa pembangunan di Lumajang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kuncinya adalah kolaborasi dan keterlibatan semua pihak, termasuk komunitas,” tegasnya.

    Melalui pendekatan ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya membangun model pembangunan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga adaptif terhadap dinamika sosial. Komunitas tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan subjek yang berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan.

    Kegiatan di Pantai Mbah Drajid tersebut menjadi refleksi bahwa kekuatan pembangunan tidak selalu berasal dari struktur formal, tetapi juga dari energi kolektif masyarakat yang terorganisir dalam komunitas.

    Dengan sinergi yang terus diperkuat, diharapkan setiap program pembangunan tidak hanya tersampaikan, tetapi juga dipahami, diterima, dan dijalankan bersama oleh masyarakat, sehingga memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi Kabupaten Lumajang. (MC Kab. Lumajang)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru