More
    BerandaUncategorizedWaspada Lonjakan Kasus Flu Malaysia, Pakar UNAIR Soroti Potensi dan Langkah Antisipasi

    Waspada Lonjakan Kasus Flu Malaysia, Pakar UNAIR Soroti Potensi dan Langkah Antisipasi

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 21 Oktober 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Peningkatan kasus influenza hingga tujuh kali lipat yang terjadi di Malaysia belakangan ini menjadi perhatian para ahli kesehatan. Fenomena ini tak hanya sekadar fluktuasi musiman biasa, melainkan sinyal peringatan yang menguji sistem kekebalan populasi dan kesiapan kesehatan masyarakat.

    Menurut Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) sekaligus Ketua Research Center on Global Emerging and Re-emerging Infectious Diseases, ITD UNAIR, Laura Navika Yamani SSi MSi PhD, lonjakan ini perlu dianalisis secara komprehensif untuk memahami pola penularan dan faktor risikonya.

    “Langkah pertama adalah memastikan bahwa kenaikan ini memang mencerminkan peningkatan kasus nyata di masyarakat, bukan sekadar akibat peningkatan pelaporan atau tes laboratorium. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Malaysia, lonjakan tersebut terlihat pada peningkatan jumlah klaster influenza di sekolah dan institusi pendidikan, serta peningkatan kasus influenza-like illness (ILI) di fasilitas kesehatan,” jelasnya.

    Faktor Utama

    Beberapa faktor utama dinilai jadi pendorong lonjakan kasus di negeri jiran tersebut. Perubahan musim dan cuaca lembab disebut sebagai penyebab percepatan penularan virus influenza di kawasan Asia Tenggara. Lebih lanjut, penurunan kekebalan pasca pandemi COVID-19 turut jadi pemicu penting.

    “Selama pandemi, interaksi sosial berkurang drastis dan sirkulasi virus flu menurun, sehingga banyak individu terutama anak-anak belum memiliki kekebalan alami terhadap virus influenza yang beredar saat ini. Ketiga, terdapat indikasi adanya variasi strain influenza A (seperti H3N2 atau H1N1) yang mungkin telah mengalami pergeseran antigenik (antigenic drift), membuat vaksin flu musiman menjadi kurang efektif,” sebutnya.

    Indonesia sebagai negara dengan mobilitas tinggi dan kedekatan geografis dengan Malaysia juga menghadapi risiko yang signifikan untuk mengalami kejadian serupa. “Namun demikian, risiko ini dapat ditekan bila sistem surveilans ILI/SARI di puskesmas dan rumah sakit diperkuat, serta masyarakat didorong untuk berperilaku hidup bersih dan segera memeriksakan diri bila mengalami gejala flu berat,” tegasnya.

    Peran Strategis UNAIR

    Dalam merespon ancaman ini, UNAIR siap memainkan peranan strategis. Melalui laboratorium berstandar BSL-2 dan BSL-3 di Lembaga Penyakit Tropis, UNAIR mampu mengidentifikasi dan sekuensing genomik virus influenza. “Kolaborasi antarlembaga di dalam UNAIR antara LPT, rumah sakit, dan fakultas-fakultas kesehatan mencerminkan sinergi tridharma perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat,” ungkapnya. Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan kuni kepada seluruh masyarakat bahwa penting untuk tenang namun waspada dengan tidak menyepelekan gejala flu dan menerapkan etika kesehatan. “Dengan kewaspadaan bersama dan kedisiplinan dalam pencegahan, kita dapat mencegah lonjakan serupa terjadi di Indonesia dan melindungi kesehatan publik secara berkelanjutan,” pungkasnya.(far)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru